Bagaimana jadinya jika seorang remaja laki-laki nakal dan tidak bisa di atur berpindah tubuh ke tubuh remaja yang polos penuh dengan penderitaan.
Bagaimana juga dengan sebaliknya, bagaimana jika seorang remaja polos berpindah tubuh ke remaja nakal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Helikopter yang membawa Axian, Alvian, Alvion dan kembar sudah tiba di bandara terdekat. Mereka sudah sampai dan ingin segera terbang sekarang.
"Pergilah, aku akan membantu mereka kembali, aku berjanji!"
"Tidak! Kita sudah merencanakan ini, kau kama ikut bersama kami! Kenapa malah menjadi seperti ini!"
Benar, yang membawa mereka adalah Reon. Reon yang menunggu di helikopter sedari tadi.
"Mereka hanya berdua, kalian obati dulu Deon! Aku akan menyusul kalian nanti," Reon ingin kembali naik helikopter itu, tapi ia di tahan oleh Alvion.
"Bang jangan, kita pergi sama-sama aja. Pasti bang Xander dan mommy akan berhasil!" Alvion yakin dengan itu.
Reon tersenyum tipis, ia memeluk Alvion."Terima kasih sudah memaafkanmu. Aku berjanji akan kembali. Nanti kita kembali." Reon menatap Alvian yang berada dalam gendongan Axian. Ia mengecup kening adiknya itu dengan lama."Terima kasih, Vian." Ia kembali masuk ke dalam helikopter. Dan menutup pintu itu dengan cepat sebelum Alvion juga masuk.
"Bang! Bang Reon! Bang Reon!"
Alvion menatap Reon tak percaya. Kenapa dia malah menyerahkan diri ke sana. Ellard sungguh bahaya, jika Reon menampakkan diri bisa di pastikan jika Ellard akan membunuhnya.
"Vion, jangan mengejar lagi. Kita harus pergi. Kita juga harus obati luka Deon!" Axian memegang tangan adiknya itu agar tak berlari lagi.
"Tapi bang ..."
"Percaya pada Reon! Jika dia mengatakan akan kembali maka dia akan kembali!"
Alvion menatap helikopter itu dengan dalam."Elo harus kembali sama mereka bang! Harus! Pokoknya harus! Gua nggak suka ngeliat Vian nangis kalo dia udah ingat kita lagi. Maafin gua juga karena udah salah paham sama elo. Abang harus tepati janji abang, kembali sama mereka!"
Entahlah, tapi yang pasti. Alvion merasakan perasaan yang tidak enak sekarang. Semoga saja mereka baik-baik saja. Benar-benar baik-baik saja dan tak ada luka sedikitpun.
* * *
"Alexa? Kau merindukanku ternyata, aku tahu sayang. Kau juga mencintaiku bukan? Tak apa, kita bisa memulainya kembali. Dan ... kita bisa tinggal bersama seperti dulu," Ellard tersenyum tipis melihat istrinya yang datang.
Tidak heran jika Alexa menemukannya karena Alexa juga hebat. Tapi entah bagaimana caranya sang istri menemukan tempat ini.
"Kita rujuk kembali?"
"Gila,"cibir Alexa. Ia menakd bertanya-tanya sendiri. Bagaimana bisa ia menyukai laki-laki seperti ini.
Sudah gila, tak waras, egois mungkin semua kekurangan ada pada diri Ellard.
Mungkin Alexa dulu buta, hingga tak sadar memilih Ellard sebagai suaminya.
"Baiklah, kau mungkin datang tak ingin menemuiku, jadi kau juga tidak akan bisa bertemu dengan anak-anak."Ellard kembali mendatarkan wajahnya.