67. Tidak!

1.8K 129 2
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Alvian terbangun dari tidurnya, satu hal yang ia rasakan saat ini. Kepalanya sungguh sangat sakit. Rasanya sedikit berputar-putar. Tapi setelah saat pusingnya sedikit mereda.

"Vian! Elo udah bangun?!" Alvion tak kuasa menahan rasa senangnya saat melihat Alvian yang sudah bangun sekarang.

Axian dan Deon segera mengalihkan pandangan mereka saat mendengar itu. Benar ternyata Alvian sudah bangun.

"Daddy ..."

Alvion terdiam saat mendengar kata yang dikeluarkan oleh adiknya itu. Sampai kapan Alvian akan menyebut kata daddy lagi."Bukan daddy, ini gua. Maksh ingat kan? Alvion, abang. Bang Vion,  Vian."

Alvian menatap Alvion dengan takut, tapi setelah memastikan jika Alvion bukan orang lain ia segera mengangguk, "Abang ..."

Senyum terbit di bibir Alvion saat ini, ia memeluk adiknya itu."Iya, ini gua. Vion. Abang lo yang paling lo sayangi, Vian. Jangan takut ya, nggak ada orang jahat."

"Vian ..."

Alvian memeluk lebih erat saat melihat Axian dan Deon yang mendekat. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher abangnya itu."Bang takut ... daddy ... takut ..."

"Tenang, Vian. Mereka nggak jahat. Mereka orang baik sama kayak gua, tenang ya ... jangan panik."Alvion berdecak saat melihat reaksi Alvian."Bang, keknya kalian keluar dulu, nanti kalo Vian udah tenang, gua panggil lagi,"

Deon dan Axian mengangguk saja, Alvian benar-benar tampak ketakutan sekarang.

Setelah melihat mereka pergi barulah Alvian mulai tenang.

"Abang mau daddy ..."

"Daddy nggak ada, Vian. Dia udah pergi. Dia jahat sama kita. Vian nggak boleh inget dia lagi."

Tatapan kebingungan terpancar dari mata Alvian yang indah itu. Kenapa abangnya berucap seperti itu. Jelas sekali jika itu tidak benar."Daddy tidak jahat ..."

"Jahat! Dia udah pisahin kita dari mommy, dia jahat Vian. Jangan inget dia lagi. Pokoknya nggak boleh, elo harus inget tentang kita Vian. Tentang mommy, bang Xander, bang Axian dan Deon. Kita semua orang baik. Coba inget-inget! Ada juga bang Reon! Lo inget sama bang Reon kan!"

Alvian memegang kepalanya, kepalanya sungguh sakit.

"Ya udah kalo elo nggak inget, jangan di paksain. Nanti elo bakal inget. Tapi untuk sekarang jangan takut sama kita ya, gua mohon sama elo. Kita nggak akan lukain Vian."

"Janji?"Alvian menunjukkan kelingkingnya.

"Iya! Janji! Kita nggak bakal lukai Vian." Alvion tersenyum. "Keknya obat yang di kasih sama dokter mulai buat Vian pulih. Dia nggak ngamuk kayak kemarin. Syukurlah kalo gitu, semoga aja Vian cepet inget lagi."

"Gua akan panggil mereka lagi, Vian tunggu di sini ya."

Alvian mengangguk ragu, tapi ia tetap patuh dan memegang selimut dengan erat.

"Nggak apa-apa, jangan takut. Nanti kalo mereka nyakitin Vian. Gua yang akan kasih mereka pelajaran."

Segera Alvion pergi ke arah pintu untuk memanggil Axian dan Deon kembali, tapi saat ia membuka pintu. Ia tertegun saat melihat Alexa dan Xander. Mereka sudah kembali.

"Mommy!"
Langkah kaki Alvion tanpa sadar di percepat dan memeluk Alexa."Mommy udah balik lagi! Mommy nggak apa-apa kan? Mommy nggak ada luka kan?"

Alexa tersenyum getir melihat Alvion. Luka? Tentu ada, tapi tak mungkin ia beri tahu, nanti anaknya itu akan panik."Tidak, bagaimana dengan kondisi Vian? Apa dia sudah bangun?"

"Udah! Dia tadi takut, tapi sekarang udah tenang. Mommy udah tahu tentang dia ..."

Alexa menutup mulut Alvion. Ia tak mau mendengar tentang pria itu lagi,"Aku tahu. Axian yang memberitahu."

Memang bajingan, berani sekali Ellard melakukan ini pada Alvian.

Alvion hanya memeluk Alexa dengan erat, syukurlah jika mommy'nya sudah tahu kondisi Alvian. Ia melirik ke arah lain. Ada Xander yang tak jauh dari sana. Xander juga selamat.

Hatinya sangat lega sekarang. Ia mencari satu sosok lagi. Tapi kenapa tidak ada?
"Mommy, bang Reon mana?"

Alexa mematung mendengar itu, ia menatap Xander dengan mata yang memerah.

"Mana mommy? Bang Reon mana? Kok nggak ada di sini?"

Kenapa mereka hanya diam dan tak menjawab. Ini aneh, apakah terjadi sesuatu atau hal lain?

"Gimana mommy? Kok bang Reon nggak ada?"Alvion melirik ke arah lain. Kenapa hanya Alexa dan Xander yang datang dan berada di sini .

"Bang Reon mandi dulu ya? Tadi aku udah janji sama Vian kalo bang Reon pasti akan datang lagi, mommy bang Reon mana?" Saat Alvian masih tidur, ia sudah mengatakan pada adiknya itu jika Reon berjanji akan kembali.

Alexa hanya bisa terdiam dengan pandangan kosong. Ia tak bisa berkata-kata.

"Mommy jawab! Bang Reon mana! Mommy! Bang Reon mana!"

Xander menghentikan Alvion yang mengguncang tubuh Alexa. Ia membawa Alvion dalam pelukannya."Maaf, Vion ..."

"Maaf apa bang? Bang Reon mana! Abang jawab bang Reon mana!"Alvion sudah terisak, kenapa Xander meminta maaf. Bukankah Reon selamat."Tadi bang Reon janji sama aku, bang Reon mana bang ... mana!"

Xander menutup matanya, ia mengigit bibirnya dengan sekuat tenaga."Maaf ... Vion ..."

"Enggak! Jangan bilang kalau bang Reon nggak selamat! Bang Reon ... enggak mungkin ... abang pasti bohong! Bang Reon udah janji dia bakalan datang lagi! Bang Reon bakalan datang lagi ..."

Alvion menangis histeris. Ini hanya mimpi, pasti mimpi. Reon tidak mungkin tidak selamat bukan.
"Bang Reon ... kenapa bang Reon ingkar janji ..."

Voted →coment→ follow

Alvion & AlvianCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang