Bagaimana jadinya jika seorang remaja laki-laki nakal dan tidak bisa di atur berpindah tubuh ke tubuh remaja yang polos penuh dengan penderitaan.
Bagaimana juga dengan sebaliknya, bagaimana jika seorang remaja polos berpindah tubuh ke remaja nakal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ellard curiga dengan pintu yang tak bisa di buka itu, apalagi pintu itu seolah memang sengaja di kunci dari dalam.
Tunggu dulu, tadi ia memberikan Alvion obat tidur bukan, benar ia memberikan Alvion obat tidur. Anaknya itu terus saja mengamuk walaupun sudah ia peringatkan jangan melakukan hal itu, tapi Alvion hanya diam sebentar saja dan akan kembali marah-marah padanya.
Anaknya itu memang sangat pemarah.
Tenang saja, ia hanya memberikan obat tidur dosis rendah pada anaknya itu agar tak terlalu lama dia tertidur.
Yakin betul jika Alvion sekarang masih dalam pengaruh obat, bisa di jamin jika yang mengunci pintu ini bukanlah albion melainkan Deon.
"Deon! Buka atau aku akan menembak kepalamu itu!"
Baiklah, ia sudah menunggu lama di sini, ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Deon ini, apa yang dia lakukan.
Ellard bersiap mendobrak pintu itu tapi sedetik kemudian pintu itu terbuka dengan sendirinya.
Deon tersenyum sambil mengusap belakang lehernya,"Eh om, kenapa ya?"
"Kenapa apa! Kenapa kau mengunci pintu! Apa yang kau lakukan pada anakku!"
"Lah om! Saya enggak apa-apain anak om! Tadi kebiasan dirumah om, kebelet BAB makanya di kunci!" Deon berkeringat dingin sekarang, pasalnya di tangan Ellard terdapat sebuah senjata yang mungkin kapan saja bisa dia lepaskan pelurunya."Mati gua nih! Jangan sampe om Ellard curiga kalo gua bohong!"
Berhasil! Deon berhasil mengabari orang tuanya, ia juga sudah membuang ponsel itu ke jendela. Takut Ellard mencari sesuatu dari dirinya.
Benar saja, Ellard menatap Deon dengan penuh curiga, dia masih melihat jika Alvion masih berada di tempat tidur.
Melihat kesama kemari, membuktikan bahwa Deon berkata jujur, tapi tampak sekali wajahnya yang berkeringat dingin seperti itu, apa dia sedang merahasiakan sesuatu.
Ellard menutup hidung saat mencium bau busuk yang berasal dari Deon.
"Maaf om,"Deon cengengesan."Enggak sengaja kelepas, kan udah dibilangin om, lagi sakit perut makanya di kamar mandi lama, maaf ya om ..."Deon menutup matanya sejenak."Bisa bisanya gua kentut di depan om Ellard! Tapi kagak apa-apa, yang penting bisa buat om Ellard nggak curiga!"
Deon terlalu takut hingga ia tak sengaja buang angin, seperti ini.
Ellard berdecak, kenapa teman anaknya ini jorok sekali. Ia segera pergi ke arah Alvion. Mengendong anaknya itu untuk tidur di kamarnya saja bersama Alvian.
Melihat Ellard yang sudah pergi, kaki Deon seketika melemas dan jatuh kelantai. Ia menutup pintu itu dan bersandar."Vion! Elo harus kasih gua sesuatu kalo kita udah bebas! Nyawa gua taruhannya ege! Nanti kalo gua mati gimana! Ma, semoga aja mama cepet ke rumah tante Alexa! Cuma mereka yang bisa nyelamatin gua sama kembar ..." Deon harap, mereka segera datang."Om Ellard lebih gila dari pada orang gila!"
* * *
Dikediaman Alexa, mereka tengah mencari kebe kembar.
Masih mencari dan mencari tapi nihil, harapan itu seakan musnah karena tak mendapati hasil.
Kenapa Ellard sungguh licik! Bahkan jejak mereka saja tak bisa di deteksi dengan alat canggih sedikitpun.
"Jika sudah bertemu, aku akan memotong tubuhnya kecil-kecil!"Xander begitu geram dengan Ellard yang semaunya seperti itu.
"Akan kurendam dia dengan air panas!"cetus Axian. Tubuhnya sudah panas dingin karena harus menahan emosinya saat ini, Alexa sudah memarahinya karena mengamuk tak jelas.
"Bagaimana Reon? Belum dapat juga?"
Reon menggeleng, karena sudah bekerja bertahun-tahun menjadi bawahan Ellard. Tentu saja ia tahu kemana saja yang pernah Ellard datangi, perusahan yang bekerja sama dengannya bahkan orang-orang yang bekerja sama dengan pria itu.
Tapi semua itu sepertinya tidak ada gunanya lagi karena Ellard mungkin sudah memprediksi jika mereka akan mencarinya dengan informasi yang Reon tahu.
Alexa mengusap wajahnya dengan frustasi. Kemana lagi ia akan mencari anak-anaknya.
"Nyonya Alexa, maaf menganggu."
Alexa mengangkat wajahnya, kenapa maid ini datang kepadanya.
"Ada apa?"
"Itu nyoya, ibu dari tuan muda Deon datang, dia ingin berbicara dengan nyonya Alexa."
Mereka mengerutkan keningnya. Kenapa orang tua Deon datang ke sini.
"Anak mereka juga di bawa oleh dia, pasti sekarang mereka cemas dan ingin mencari tahu juga tentang keberadaan Deon," tukas Reon. Entah apa gunanya Ellard membawa Deon.
"Katakan saja jika kami tidak tahu keberadaan Deon," Alexa akan menyelamatkan Deon, tapi sekarang lebih baik mereka jangan tahu dulu, bisa saja nanti orang tua Deon akan histeris karena anaknya hilang di culik.
"Tapi nyonya, dia memaksa untuk bertemu ..."
Baru saja ucapan maid itu diucapkan, dua orang pria dan wanita segera masuk dengan nafas yang tersengal-sengal.
Mereka orang tua Deon, mereka datang dengan wajah panik.
Alexa menghela nafas, kenapa mereka malah masuk seperti ini."Aku tidak tahu mengenai ..."
"Bukan! Kami ke sini bukan mencari Deon! Tapi Deon menghubungi kami tadi! Dia meminta tolong!" ucap Dwi, ibu dari Deon itu.
Mereka semua seketika berdiri mendengar itu.
"Apa yang kau katanya? Deon menghubungimu?"
"Katakan dimana?"
"Apa yang dia ucapkan?"
Dwi menangis, ia mengusap air matanya."Deon tadi menelepon ku, tapi dia mengatakan jika dia tidak tahu dimana, yang pasti ini nomor negara lain! Deon juga mengatakan jika harus memberitahu kalian tentang ini dan menyuruh kalian melacak keberadaan mereka! Karena mereka dalam bahaya sekarang!"
Alexa segera mengambil ponsel itu, pintar! Kali ini Deon sangat pintar."Cepat Reon! Cari titik terakhir dia menghubungi ponsel ini!"
Alexa akan berterimakasih pada Deon saat mereka benar-benar sudah menemukan keberadaan kembar.
Tapi kenapa Deon mengatakan jika mereka sedang dalam bahaya? Apa Ellard menyiksa mereka di sana!
"Vion, Vian ... tunggu kami ..."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.