97.Kenapa lagi?

960 54 17
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





"Deon, gua mau ngomong sama elo."Alvion menarik tangan Deon yang sedang tengah menikmati cemilannya saat ini.

"Aduh, Vion! Nganggu aja, kenapa sih main tarik-tarik aja! Gua lagi makan, kalo gua Keselek gimana? Terus mati? Terus ..."

"Ssst diem!"Alvion membekap mulut Deon saat ini."Jangan banyak bacot. Gua serius ini!"

"Ck iya iya! Kenapa emangnya? Serius banget, ada masalah kah?"Deon hanya memanyunkan bibirnya dengan tak suka.

"Iya,"Alvion hanya menghela nafas, sebenarnya ia ingin mengatakan pada Axian dan Xander. Tapi lebih baik memastikan dengan Deon terlebih dahulu."Menurut elo, Vian itu aneh nggak?"

Deon menaikan alisnya dengan bingung."Aneh kenapa dah? Keknya Vian biasa-biasa aja. Orang lucu gitu di katain aneh, elo yang aneh keknya."

"Bukan gitu maksudnya ya, Deon. Jangan sampe ni sendal melayang ke kepala elo!"

"Eh eh eh! Jangan dong,"Deon menahan tangan Alvion yang ingin melemparinya sendal itu."Gua kan nggak tahu apa yang elo maksud. Makanya ngomong yang jelas. Aneh gimana? Gua nggak liat ada yang aneh sama, Vian."

Alvion hanya memutar matanya malas."Orang serius juga, terus aja di bercandaain! Gua ngomong gini bukan tanpa alasan. Gua Udha perhatiin Vian dari pas pulang, dia kayak nahan sakit gitu. Apa adik gua lagi sakit ya, Deon? Tapi kenapa Vian nggak bilang?"

"Sakit gimana? Gua liat biasa-biasa aja kok. Vian ceria aja kayak biasanya."

Tak ada keanehan yang di temukan oleh Deon saat melihat adiknya itu."Elo salah kali, nggak mungkin Vian sakit. Kalo dia sakit pasti dia kasih tahu. Elo tahu sendiri Vian polosnya kayak gimana. Dia nggak mungkin nggak kasih tahu kekita. Pasti dia ceritain."

"Elo bener, tapi perasaan gua nggak enak. Gua ngerasa Vian nyembuyiin sesuatu sama gua."Alvion mengusap rambutnya kasar."Gua nggak tenang sekarang."

"Tenang dulu, jangan nyimpulin dulu. Kita juga belum tahu yang sebenernya kan? Kita perhatiin Vian satu kali lagi, kalo dia emang kelihatan sakit kita langsung kasih tahu mommy Alexa dan bawa dia kerumah sakit."

"Oke, kita ke kamar Vian aja sekarang. Tadi gua nyuruh bisa buat cuci muka sama sikat gigi."

Deon mengangguk saja, dia segera mengikuti sahabatnya itu dari belakang.

Saat sampai di kamar, mereka masih mendengar suara air yang berada di kamar mandi.

"Tu anak mandi atau gimana? Kenapa berisik banget dah di kamar mandi?"

"Gua juga nggak tahu, bentar gua panggil."Alvion mengetuk pintu beberapa kali."Vian, kenapa lama banget! Cepetan!"

"Iya abang! Sebentar!"Alvian segera membuka pintu, dia tersenyum saat melihat Alvion yang berada di depannya ini.

"Liat, Deon! Vian pucet kan!"tunjuk Alvion saat melihat wajah adiknya itu.

Deok juga terkejut saat melihat Alvian yang berwajah pucat. Tadi mungkin tak begitu jelas. Tapi sekarang benar-benar sangat jelas. Wajah Alvian tampak pucat.

"Vian elo kenapa? Kenapa bisa pucet gini!"

Alvian memegan wajahnya, ia melihat ke belakang serta melihat wajahnya di cermin."Vian tidak pucat abang."

"Nggak pucat gimana! Muka elo putih semua gitu! Deon tolong panggil mommy!"

Deon mengangguk, dia segera berlari. Sepertinya apa yang dikatakan oleh Alvion benar.  Alvian sangat sakit saat ini.

"Abang Vian tidak sakit ..."Alvian memeluk Alvion dengan takut."Jangan kasih tahu mommy dan yang lain, abang. Vian tidak apa-apa."

"Benarkan!"Alvion memelototi adiknya itu."Berani bener dong kalo elo nahan sakit! Kenapa elo bohongin kita!"

Alvian menatap abangnya itu dengan takut, dia mundur menutup mulutnya."Kenapa Vian bisa keceplosan. Lihat sekarang abang marah ..."

"Kenapa lo nggak jujur sama kita, Vian! Kenapa elo nggak jujur kalo elo sakit! Gua khawatir!"Alvion menguncangkan tubuh Alvian saat ini."Pokoknya kita harus kerumah sakit!"

Gelengan cepat sebagai reaksi Alvian saat ini."Jangan, abang. Vian tidak mau kerumah sakit ... jangan lagi ..." Ia tidak suka berada di rumah sakit.  Terakhir kali dia sudah berada di rumah sakit dan sekarang dia akan kembali kerumah sakit.

"Nggak bisa! Pokoknya elo harus kerumah sakit! Ayo!"Alvion memeluk adiknya itu agar menurut, tapi Alvian berusaha memberontak.

"Abang ..."

"Vian? Vian kenapa!"Alvion panik saat melihat adiknya itu memegang dadanya."Vian! Elo kenapa!"

"Apa yang terjadi?!"

Alexa, Xander dan yang lain segera menyusul ke sini setelah Deon memberitahu mereka jika Alvian sakit.

Mereka benar-benar terkejut mendengar itu, kenapa Alvian tiba-tiba saja sakit seperti itu.

"Nggak tahu, mommy! Tapi tadi Vion udah ngeliat muka Vian pucat banget. Sekarang Vian bilang dadanya sakit!"

"Vian! Anak mommy! Kenapa jadi seperti ini!"Alexa mencoba menepuk pipi anaknya itu, tapi sepertinya Alvian akan kehilangan kesabarannya saat ini.

"Kita bawa Vian kerumah sakit!"

Alvian sudah lemas, wajahnya benar-benar memerah saat ini, bahkan nafasnya tampak tak beraturan.

"Vian, jangan pingsan dulu, jangan baut kita khawatir!"

Sepertinya percuma saja mereka mengatakan itu, Alvian saat ini langsung memejamkan matanya.

Mereka semakin panik melihat itu, segera mereka turun kebawah dan langsung bergegas naik ke dalam mobil.

Kenapa dengan Alvian mereka, kenapa tiba-tiba saja bisa menjadi seperti ini. Bukankah Alvian tadi sehat-sehat saja, kenapa dia tiba-tiba drop seperti ini.

Vote →Comment →Follow

Alvion & AlvianCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang