90. Lucu sekali

1.2K 75 5
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.










Karena kondisi Alvian sudah membaik, jadi Alvian sudah di perbolehkan pulang sekarang.

Untuk apa juga berlama-lama di rumah sakit karena ketiga bocah itu sudah tidak betah.

Alexa sebenarnya takut jika Alvion juga tertular demam setelah Alvian, jadi sebelum pulang mereka mengambil beberapa vitamin agar anak itu tidak sakit. Bagaimanapun Alvion itu biasanya akan merasakan apa yang di rasakan oleh adiknya m jadi jaga-jaga saja.

"Nggak akan mommy, aku lebih kuat di bandingkan dengan Vian. Jadi nggak usah khawatir aman kok. Iya kan dek?"Alvion merangkul adiknya itu.

"Tetap saja, untuk jaga-jaga Vion."Alexa mengusap pipi anaknya itu."Baiklah, karena sudah siap semua kita pulang saja."

"Oke sip! Bang Reon sama bang Xander dimana? Kok nggak ada?"Alvion mencari ke setiap sudut.

"Mereka sudah turun lebih dulu dan menunggu di mobil," ucap Axian. Karena Reon memakai kursk roda jadi Xander harus membantunya untuk masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.

"Oke, kalo gitu ayok kita pulang."Alvian bersemangat. Ia sudah rindu dengan kasur empuk miliknya itu.

"Sini gendong!"

"Nggak mau abang, Vian sudah sehat. Nggak mau di gendong lagi."

"Nggak, nanti capek, ayok gendong! Nggak boleh nolak, kalo nolak nanti gua ngambek dan nggak akan ngomong sama elo lagi,"Alvion berpura-pura menatap tajam adiknya itu.

"Jangan abang ..." Alvian tidak menginginkan hal itu, padahal ia sudah bisa jalan sendiri kenapa harus di gendong lagi."Abang jangan marah ..."

"Makanya itu, cepet naik!"Alvion sudah menunjuk ke arah punggungnya.

"Tapi Vian berat, nanti tulang abang patah, Vian tidak mau buat tulang abang patah."

Berat Alvian dan Alvion itu sudah agak sama sekarang. Mungkin lebih besar Alvion karena dia sedikit lebih tinggi.

Jadi Alvian takut saja jika dia naik abangnya itu akan encok nantinya.

"Enggak, aman kok! Cepetan naik, nanti bang Xander sama bang Reon nungguin."

Axian terkekeh pelan melihat antusias adiknya itu,"Nanti kau keberatan Vion, biar aku saja yang menggendong kalian."

"Bang! Yang bener aja, abang meragukan kekuatan Vion?"Alvion memamerkan ototnya."Baru aja diet sehat kemarin! Pasti udah kuat lagi!"

Bibir Axian berkedut mendengar itu, itu bukan diet, karena semalam Alvian demam mereka jadi lupa makan dan baru sarapan tadi. Adiknya ini ada-ada saja.

"Udahlah, jangan lama-lama. Cepet Vian, nanti ... eh eh eh!" Alvion hampir saja tersungkur kedepan jika Alexa tak menahan tubuhnya."Kenapa nggak kasih tahu kalo naik sih! Hampir aja jatoh!"

"Emmm? Tadi abang suruh naik, Vian udah naik sekarang."

"Iya, tapi kasih tahu dulu napa, kan kalo nyungsep bisa-bisa masuk ke rumah sakit lagi kalo gini, nggak jadi pulangnya."

"Maaf, abang. Ya udah Vian turun lagi saja ..."

"Jangan!"Alvion hanya menghela nafas."Tetep di situ, jangan turun!" Alvion membenarkan gendongannya saat ini agar Alvian tak jatuh.

Alvian hanya mengusap pipinya bingung. "Ya sudahlah, terserah abang saja. Vian tidak tahu mana yang benar."

Alexa dan Axian hanya terkekeh gemas melihat tingkah kedua anak kembar ini. Apalagi saat melihat Alvion yang sepertinya merasa keberatan dengan tubuh Alvian.

"Vion, jika tidak kuat tidak usah. Nanti kalian terjatuh. Kita jalan saja." Alexa berucap, ia bisa melihat wajah Albion yang sudah memerah sekarang.

"Nggak mommy, siapa juga bilang nggak kuat, kuat kok! Ringan malahan! Vion kan udah biasa bawa yang berat-berat."

"Benarkah? Turunkan saja Vian, Vion. Nanti kau akan jatuh, biar aku saja mengendong kalian berdua ..."

"Nggak! Kuat kok! Orang ringan gini!" Alvion hanya memutar matanya malas."Kok berat, kemarin bukannya Vian nggak berat-berat amat yah. Kok sekarang jadi agak sudah gini? Vian yang gendutan atau gua yang nggak kuat lagi? Keknya nggak mungkin kalo gua yang nggak kuat, pasti si Vian yang gendutan! Kan dia makannya banyak, bener! Pasti dia yang gendut!"

Melihat Alvion yang berjalan tertatih-tatih seperti itu membuat Alexa dan Axian hanya bisa berdecak. Kenapa Alvion ini tidak mengaku saja jika dia keberatan mengendong Alvian sekarang.

"Mom, lihat anakmu yang satu itu, dari mana datangnya gengsinya itu?"Axian hampir saja mengeluarkan tawanya."Jangan tertawa, nanti Vion bisa marah padaku."

"Aku juga tidak tahu, Xian cepat gandong saja keduanya. Jika sampai ke bawah Vion pasti akan pingsan nanti." Lihat saja wajahnya memerah seperti itu.

Axian tak menjawab, dia segera mengangkat Alvian di sebelah tangannya sebelum mengangkat Alvion di sebelah tangannya lagi."Sudah, nanti kau akan pingsan. Mengaku saja kau tidak kuat, Vion. Jangan memaksakan diri. Ini  baru yang di namakan kuat."

"Heleh! Sombong! Aku juga bisa ha bang! Lagian siapa juga yang nggak kuat, kuat kok! Tapi tadi berhenti sebentar aja karena sendalnya mau copot. Abang kuat kan dek?" Ucap Alvion meyakinkan adiknya itu.

"Iya, abang kuat kok bang, Xian! Tapi lebih kuat bang Xian,  abang gendong kita berdua."Alvian memberikan jempolnya pada Axian.

Alvion memelototi adiknya itu."Vian! Kenapa ngomong gitu, nggak boleh muji dia! Ulang ulang! Bilang cuma gua aja yang kuat!"

"Eh ..." Alvian baru sadar, Alvion sudah mengatakannya tadi agar memintanya memujinya saja."Iya, abang Axian nggak kuat, bang Vion yang kuat!"

"Nah kan denger! Vian udah muji aku bang! Berarti aku yang kuat!"sombongnya. Alvion menaik-turunkan alisnya.

Axian hanya tersenyum tipis, baiklah jangan berdebat lagi, nanti adiknya marah padanya jika mengatakan yang sebenarnya. Tentu saja dia jauh lebih kuat bukan?


Vote→Comment→ Follow

Vote→Comment→ Follow

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alvion & AlvianCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang