Bagaimana jadinya jika seorang remaja laki-laki nakal dan tidak bisa di atur berpindah tubuh ke tubuh remaja yang polos penuh dengan penderitaan.
Bagaimana juga dengan sebaliknya, bagaimana jika seorang remaja polos berpindah tubuh ke remaja nakal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karena besok masih libur, jadi Deon menginap di kediaman kembar sekarang.
Lagi pula sudah pasti orang tuanya sedang berduaan dan dia akan cemburu jika melihat itu. Lebih baik berada di sini saja, bisa bermain dengan kembar.
Karena mereka ingin makan malam bersama, ketiga bocah itu membantu Xander memasak.
Lucu sekali melihat tingkah ketiga bocah itu yang lebih banyak bermain dari pada membantu Xander. Tapi tak apa, jarang momen ini bisa terjadi. Jadi Alexa tak melarangnya.
Tapi dimana Axian dan Reon. Kenapa dia belum juga datang. "Apakah mereka sedang di kamar masing-masing? Kurasa tadi Axian sudah menuju ke kamar Reon."
"Bang Reon belum muncul? Mommy, biar Vian aja yang susul!"Alvian segera berlari saat Alexa hendak pergi."Mommy tidak boleh capek-capek."
"Baiklah, mommy akan tunggu di sini saja kalau begitu."Alexa mencubit gemas hidung anaknya itu. Ada-ada saja, padahal hanya berjarak beberapa meter, tidak mungkin bisa lelah seperti apa yang di katakan oleh Alvian.
Alvion juga melihat ke arah adiknya."Bener juga ya, bang Reon belum juga dateng dari tadi. Keknya susah masang alatnya. Deon, elo bantu bang Xander. Gua mau susul Vian bentar. Mungkin bang Axian ke toilet makanya dia lama."
Deon yang tengah menguyah makanan yang ada di dalam mulutnya hanya mengangguk saja, ia kembali memotong buah untuk mereka makan nanti.
Dengan cepat Alvion berlari menyusul adiknya itu."Tungguin, adek." Ia merangkulnya.
"Iya, ayok."
Alvian tak mempermasalahkan abangnya itu memeluknya sepanjang berjalan.
Bisa mereka lihat Axian berada di depan pintu kamar Reon sekarang.
"Kok abang ada di sini? Bang Reon ada di dalam ya?"heran Alvian saat melihat Axian.
"Kenapa bang? Kok mukanya panik gitu."
Axian menoleh, ia tengah panik sekarang."Tidak tahu, sedari tadi aku sudah memanggil Reon di dalam. Tapi tidak ada jawaban. Aku bahkan sudah mengambil kunci, tapi pintunya tidak bisa di buka. Sepertinya dia menghalangi pintu ini dengan barang-barang.
"Hah? Gimana ceritanya?" Alvion segera mencoba membuka kenop pintu itu."Bang Reon! Bang Reon kenapa di kunci pintunya! Abang!"
"Abang!"Alvian juga mencoba menendang-nendang pintu itu. Tapi sepertinya benar kata Axian. Pintu ini telah di berikan sesuatu hingga tak bisa di buka."Bang, jangan-jangan bang Reon dalam bahaya!"
Alvion dan Axian menatap satu sama lain. Mereka melebarkan matanya setelah itu.
"Mundur, Vian. Bang kita dobrak sama-sama!" Alvion mendorong adiknya untuk menjauh.