95.Mang luknut

1K 61 14
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"Alvion anjing! Alvion!"

Deon berkacak pinggang saat ini, dia mencari orang yang bernama Alvion itu, teman luknut'nya yang mengatakan hal yang tidak-tidak pada Alvian.

"Apa sih? Berisik banget lo, gua lagi mandi!"

"Ya udah, kalo gitu gua tunggu selesai mandi!"

Alvion yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung di cekik oleh Deon.
"Kenapa sih! Jangan gila ya, Deon!"

"Elo yang gila! Masa Vian nggak mau deket sama gua lagi, elo ngomong apa sama dia njir! Kenapa dia malah takut sama gua!"

Mendengar itu, Alvion seketika tertawa."Vian keknya percaya apa yang gua bilang, ya ampun Vian. Tambah gemes. Ntu anak pasti nggak mau deket sama Deon karena takut ketempelan."

"Kan kan kan! Senyum! Elo senyum berarti ngomong macem-macem sama si Vian, udah gua duga berarti ada yang nggak beres sama Vian, biasanya dia nggak akan ngejauh kalo gua deketin, tapi sekarang malah ngejauh! Elo ngomong apa bego!"

"Lah, mana gua tahu. Mungkin Vian udah sadar, dah lah gua mau ke adek gua lagi."Alvion mengedikkan bahunya.

"Nggak bisa gitu ya, Vion elo harus ngomong lagi sama Vian! Jangan suruh dia jauhin gua lagi, capek ya terus deketin Vian tapi nggak berhasil."Deon mengejar Alvion saat ini.

Kecurigaannya sungguh benar, ternyata Alvion lah di balik menjauhnya Alvian dari dirinya.

"Nggak mau!"

Senang rasanya bisa mendengar jika Alvian menjauhi Deon seperti itu.

Semua orang yang berada di sana menoleh saat mendengar keributan itu.

Sudah bisa di tebak jika Alvion dan Deon berdekatan maka tidak akan ada kata damai.

"Sini, dek. Sama abang."Alvion membawa Alvian dalam pangkuannya.

"Ma ... masa si Vion ngomong macem-macem sama Vian, liat sendiri Bian nggak mau deket sama Deon lagi?" rengeknya."Vian ... sama gua ayok!"

Alvian menggeleng,"Nggak mau abang, Vian nggak mau dekat-dekat sama abang." Ia jadi berpikir yang aneh-aneh."Nanti Vian ketempelan sama bang Deon, Vian nggak mau ketempelan. Vian takut!"

"Beneran ternyata!" Alvion bertambah tertawa terbahak-bahak saat mendengar jawaban dari adiknya itu."Gemes banget sih, dek! Kenapa percaya!"

"Memangnya Vion mengatakan apa hingga Vian takut seperti itu?"tanya Reon dengan penasarannya.

"Abang bilang jangan dekat-dekat sama bang Deon, nanti Vian ketempelan abang. Jadi Vian nggak mau dekat sama bang Deon. Vian takut ketempelan,"jujurnya.

Astaga, ternyata begitu. Pantas saja Alvian takut.

"Yang bener aja! Emangnya gua setan bisa ketempat gitu, nggak bener Vian. Yang Vion omongin itu bohong, elo jangan percaya. Ma bantuin!"

Dwi hanya tertawa saja, Alvion ini suka sekali bermain seperti itu.
"Tidak seperti itu, Vian. Deon tidak bisa buat kamu ketempelan."

Alvian melebarkan mulutnya saat mendengar itu. Dia pikir apa yang di ucapkan oleh Alvion itu benar-benar terjadi.

"Jangan jahil, Vion. Vian mudah percaya nantinya,"Alexa mengusap pipi anaknya itu.

"Iya, mom. Nggak tahu juga si Vian bakal percaya." Alvion hanya tersenyum saja.

"Nah, kan. Sekarang sini peluk, kangen ... kalo ini nggak boleh larang gua ya, gua belom meluk Vian dari tadi."Deon tak ragu lagi untuk membawa Alvian dalam pelukannya."Kan gini enak, kalo nunggu adik baru lagi masih lama. Adik yang ini aja dulu," Deon menguyel-nguyel pipi adiknya itu."Kalo pipi Vion mana bisa, bisa di jambak kepala gua."

Saat Deon mendongak, dia bisa melihat semua orang melihat kearahnya dengan sendu.

"Lah kenapa? Gua salah ngomong ya?"herannya.

"Itu ... adik ..."

"Ya elah! Gua pikir apaan, kan gua cuma ngomong bukan ngungkit kejadian masa lalu. Udah move on gua, sekarang ini gua lagi ngode mama sama papa. Ma, bikinin adek lagi ya."

"Deon,"tegur Bagas."Jangan seperti itu."

Dia anak malu mendengar anaknya malah menyebutkan hal seperti itu.

Alvion menghela nafas karena Deon tak lagi mengingatnya, dia kita Deon kembali mengingat luka lama.

"Aduh duh duh bang ... kok di jewer bang!"Deon memegang tangan Xander yang tiba-tiba saja menjewer telinganya itu.

"Jangan berbicara sembarangan, apa lagi di depan Vian. Tidak baik."

Nanti Alvian malah bertanya yang tidak-tidak pada mereka.

"Ya abang, maaf nggak sengaja. Udah lepas, sakit ..."Deon menggerutu, hanya berucap saja dia di jewer seperti ini."Lagi ngode ini biar di kabulin, kan masih ngarepin punya adik cewek!"

Bagus sekali, Bagas dan Dwi mendukung apa yang dilakukan oleh Xander itu. Memang seharusnya Deon di jewer seperti itu, perkataannya sungguh sangat bahaya.

"Baiklah, kita siap-siap keluar,"ucap Axian. Mereka sedang liburan sekarang bukan. Jadi untuk apa berada di dalam rumah ini saja. Lebih baik pergi berjalan di luar.

"Gas! Pengen foto-foto sama Vian!" Alvion sudah punya kamera yang baru dia beli kemarin."Iya kan, dek."

"Iya abang, tapi sebelum itu makan dulu ya." Tawar Alvian pada mereka membuat mereka tertawa.

Ternyata diamnya Alvian karena dia lapar saat ini.

"Kalo itu pun gua setuju, yok lah."Deon mengandeng tangan Alvian."Kita makan makanan yang enak di negara ini."

"Baiklah, kita akan makan dulu di restoran terdekat sebelum jalan-jalan."putus Alexa. Dia tidak keberatan anaknya suka makan seperti itu.

"Yes!"

Vote→Comment →Follow

Vote→Comment →Follow

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Alvion & AlvianCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang