Ding Dong~ Suara bell berbunyi tepat dari pintu depan rumah. Sang pemilik rumah yang tengah merajut bantal sofa tersebut pun mulai bertanya-tanya.. siapa orang yang datang malam-malam begini?
"Ya tunggu sebentar, akan kubuka pintunya." seru Rafaela seraya membangkitkan tubuhnya dari sofa, menyudahi pekerjaannya sejenak.
Saat Rafaela membuka pintunya, ia melihat sosok pria yang mengenakan pakaian hitam bergaris hijau. Mungkin lebih tepatnya pria itu mengenakan Parka. Oh, apakah ini sedang musim hujan?
"Selamat malam, aku datang dari kota yang jauh. Apa aku boleh mampir?" tanya pria tersebut.
Disini Rafaela hanya bisa terdiam, dan bengong.. tentu saja, ia tidak dapat melihat wajah pria tersebut karena wajahnya tertutup oleh tudung yang ia kenakan.
"Maaf, tapi aku tidak bisa menerima orang asing disini." kata Rafaela bersikap sopan.
Pria itu pun diam beberapa detik, ia pun tersenyum kecil mempesona dan menaikkan tudungnya.. sekilas.. Rafaela pun dibuat terkejut oleh wajah pria asing di depannya. Itu.. adalah Argus, teman masa kecilnya.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Rafa~" ucap Argus dengan senyumnya yg indah.
_________________________________________ .
. MOBILE LEGEND FANFICTION [S2] "True Feelings" .
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apa semua baik-baik saja?" tanya pria berkucir kepada Isterinya.
"Ya, sebentar lagi selesai. Tunggu saja disitu." jawab sang Isteri sambil menyetel sebuah Tripod kamera di hadapannya.
"Kalau sudah cepatlah kemari, bukankah ini yang kamu mau?" ujar si suami dengan nadanya yg malas.
"Hei, ini adalah foto pertama kita yang sudah menjadi keluarga. Kamu harus senang akan hal ini, Zilong." balas isterinya, Freya seraya duduk disamping suaminya.
Zilong hanya menghela nafas. Menuruti apa kemauan isterinya belakangan ini memang cukup merepotkan. Tapi disisi lain, Zilong justru senang akan semua itu.
"Baiklah, kemarilah." kata Zilong sambil merangkul Freya, bergaya romantis dan mesra sebelum kamera menangkap momen tersebut.