EPISODE 96 - NEWBORN

893 28 27
                                    

"Aku.. dimana?" batin Zilong seraya membuka matanya, pandangan matanya sangat buram.

"Oh, akhirnya kau sudah sadar." ucap Gord menatap temannya itu dari cermin mobil.

"Aku.. di mobil?" kata Zilong dalam hati. "Hm? Sepertinya—Aku kenal orang itu."

Beberapa detik Zilong mempertajam matanya, dan pada akhirnya—pandangannya pun terlihat jelas. Ia melihat teman lamanya yang bernama Gord sedang menyetir mobil.

"Berterimakasih lah padaku, sialan. Kalau itu bukan 'kau—maka sudah kuhajar sampai babak belur." kata Gord.

"Benar, cukup mengejutkan kau begitu berani memasuki ruangan VIP yang sudah kita pesan." sambung Eudora.

Secepat kilat si Gord langsung menyeringai dan mempertajam tatapannya kepada Eudora. Ia mengingatkan kalau jangan pernah membahas soal itu, TITIK! Ya~ lagipula Gord gak mau si Zilong inget..

UGH!
Secara tiba-tiba, Zilong menutup mulutnya rapat-rapat dan sepertinya ia akan muntah.

"H—Hentikan mobilnya, Gord.." kata Zilong berbicara dibalik kedua tangannya.

"Eh, kenapa?"

HUEEEKKK!!!!
"WOY JANGAN MUNTAH DI MOBILKU!! AARGGHH!!" spontan melihat Zilong yang muntah, membuat Gord menghentikan laju mobilnya.

Sampai pada akhirnya, mereka bertiga keluar dari mobil. Zilong yang tengah bersandar dipintu mobil cuma bisa terengah-engah dan mengeluarkan banyak keringat dingin di seluruh wajahnya.

"Kau itu mabuk kendaraan atau mabuk kebanyakan minum sih?" tanya Gord kemudian.

"Ini." sambung Eudora memberikan air mineral kepada Zilong. "Untung Gord selalu membawa minum di mobil."

"Euuuuudoraaa, jangan asal ngasih dong! Itu 'kan botol minumanku!" timpal pria berambut biru runcing tersebut.

Zilong menerimanya, ia langsung meneguk habis air itu.. menghiraukan apa yang Gord katakan secara keberatan. Ah, sial—sekarang botolnya sudah bercampur dengan air liur si Zilong.

"Terimakasih." ucap si pria berkucir sambil mengembalikan minuman tersebut. "Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku."

Mendengar ucapan itu membuat Gord juga penasaran sih, terutama bagi Zilong yang tidak pernah meminum minuman keras.

"Kau sedang ada masalah 'bukan?" tanya Gord. "Karena tidak mungkin kau datang ke tempat seperti itu."

"Apa Zilong gak pernah mabuk-mabukan?" karena Eudora tidak tahu, ia pun bertanya.

"Tentu saja, si Zilong itu anti alkohol. Tapi dia pecandu berat Rokok sampai dulu pernah bilang kalau dia itu perokok aktif."

"Hmm.." Eudora malah cemberut. "Kalau soal Rokok pasti gak jauh beda sama kamu, aku yakin itu."

Lagipula Zilong tidak sadar ataupun tidak ingat bahwa dirinya sudah masuk ke ruangan VIP dan melihat Gord dan Eudora bertelanjang. Ya, itu kenyataan kok—Zilong benar-benar tidak tahu soal itu. Mungkin karena ia sudah mabuk berat.

"Terimakasih atas tumpangannya, sepertinya aku akan berjalan saja. Itu.. lebih baik." Zilong menyeka keringatnya dan bersikap seperti biasa lagi.

Gord dan Eudora terdiam, pria berambut biru runcing ini cuma bisa menatap sosok Zilong berjalan meninggalkannya. Well, kalau Zilong sudah berbicara seperti itu—maka Gord tidak perlu memaksanya, walaupun mereka baru bertemu lagi setelah sekian lama.. Gord cukup heran ada apa dengan Zilong? Tapi, Gord pun sudah mengira-ngira kalau masalah yang dialami Zilong itu adalah masalah keluarga, maka.. Gord tidak harus ikut campur.

[S2] ⚫ MOBILE LEGEND - FANFICTIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang