Cerita ini dalam proses editing. Nikmati selagi belum banyak yang berubah. CERITA WAJIB DI BACA URUT ! Yang ketahuan, maaf, TERPAKSA AKU BLOCK (MUTE). Lebih baik kalian silent readers daripada cerita yang aku tulis susah-susah ini dibaca acak.
Playlist "My Lieutenant General" on Spotify :
1. No Time To Die - Billie Eilish
2. Moonlight Sonata (1st Movement) - Beethoven
Aku berharap kalian mendengarkan playlist cerita ini di Spotify juga. Selamat menikmati.
***
Suara Alessandro Savino menyentak jantung Athena hingga hampir meloncat keluar dari tempatnya. Athena menoleh panik, hampir mendesah kesal atas keberadaan seseorang yang sangat tidak diinginkan. Mata hitam Alessandro yang menatap penuh selidik membuat irama degup jantungnya begitu cepat hingga kepalanya pening.
"Kenapa kau melihatku seperti sedang melihat hantu? Wajahmu sangat pucat."
Daripada hantu, Alessandro terlihat seperti malaikat maut yang kini sedang mendekat dan akan mengeksekusi perbuatan Athena lalu mencabut nyawanya. Tangan kiri Athena mengehntikan permainan instrumen setelah berhasil diam-diam menutup tuts piano yang terbuka.
"Aku hanya bosan dan ingin mencoba belajar piano. Apa urusan dengan pekerjaanmu sudah selesai?" Athena menyunggingkan senyuman lebar atas nama Charlotte White lalu melangkah kecil dengan riang ketika Alessandro mengulurkan tangan mengharapkan pelukannya. Demi Langit, situasi itu berbalik dengan kebahagiaan yang sebenarnya.
"Lagi-lagi aku membuatmu menunggu terlalu lama—bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah lebih baik?" Tangan Alessandro terangkat untuk mengusap kepala Athena yang berdenyut pusing seolah tangannya yang sempat berlumur darah itu dapat memberikan kehangatan dan kelembutan. Nmaun, memang benar. Pria itu sudah membuat Athena menunggu terlalu lama sehingga harus menghabiskan waktu 12 hari membosankan untuk menemukan sebuah benda kecil.
"Aku baik-baik saja. Aku turut senang kalau pekerjaanmu lancar, Alessandro." Penuh dengan gembira, Charlotte White itu merangkul tangan Alexandre mesra ketika dituntut untuk duduk dis alah satu sofa.
Bentuk kerinduan Charlotte membuat Alessandro tersenyum. Tentu saja, tangan yang beberapa jam lalu baru saja menghabisi belasan nyawa manusia membentang di belakang bahu Athena dan menariknya ke dalam pelukan. Hidungnya begitu lancang, menghirup aroma manis dan lembut dari bahu Athena. Aroma jeruk serta vanila yang menjadi kesukaan Xavier Langdon itu juga telah menjadi kesukaan Alessandro Savino semenjak bertemu di El Mejor.
"Apa kau ingin menonton film denganku?" Alessandro melirik layar televisi yang mulai dihidupkan.
Athena secara sukarela bersandar di bahu Alessandro dan mengangguk. "Film apa yang kau suka, Alessandro?"
Bertipu daya menuruti permintaan Alessandro, Athena hanyalah ingin memberikan waktu panjang untuk menenangkan debaran jantungnya yang beberapa menit lalu mendapatkan serangan kejutan. Kepalanya mendongak untuk menemukan Alessandro tersenyum dan merebut remot dari tangannya.
"Apa kau pernah menonton The Queen?"
"Belum—tentang apa?"
"Bercerita bagaimana Ratu Herilda memenangkan pertarungan, tetapi gagal memenangkan peperangan. Dia selalu memenangkan pertempuran-pertempuran kecil tetapi dia lupa dengan bagian yang paling besar, yaitu memenangkan peperangan. Dia berhasil kembali ke negaranya membawa kemenangan, tetapi hatinya masih terasa kosong."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lieutenant General
RomansaPekerjaan sebagai Analis Profil di FBI mengharuskan Athena untuk memahami perilaku manusia. Namun, Athena takut karena pekerjaannya, ia akan benar-benar dibuat jatuh cinta oleh seorang Letnan Jenderal bintang tiga karena ketika Athena sudah terjun d...
