Six

2.8K 109 2
                                        

Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

"Gom, ini vitamin lo banyak banget. Lo jadiin permen apa gimana?" Tanya Tino sambil menunjuk beberapa botol vitamin yang memiliki merk yang sama.

"2 botol dari rumah sakit pas gue ganti perban, yang lainnya dibawain sama Fabiola dan Eunice semalem." Jawab Gomgom dengan pandangan tetap fokus ke arah labtopnya.

"Fabiola sama Eunice dateng semalam? Kok lo ga bilang sama gue, padahal udah lama gue mau ketemu mereka biar followers gue juga naik."

Plak

Sebuah botol minum kosong terlempar ke arah Tino, untung saja lelaki itu dengan sigap menangkapnya.

"Urus dulu tuh mantan lo yang udah sekampung. Mereka sampe ngoment tentang lo di medsos polri." Ucap Gomgom seraya melirik Tino.

"Ya itu karena karisma gue ngak bisa buat mereka move on."

"Serah lu deh. Lo diem dulu, gue mau nyelesain tugas gue. Malam ini gue mau balik ke rumah, mau nemuin nenek gue."

"Lo mau nginep disana?"

"Kayaknya sih gitu, besok gue juga libur. Mau ketemu Fabiola sama Eunice juga sebelum mereka balik."

"Ga mau ngajak gue?"

"Ga! Ga lucu si Khalifah sama Efraim nyamperin gue gara-gara lo. Udah diem dulu."

###

"Fab buruan lo! Si Gomgom udah di bawa. Ntar lo di suruh push up gara-gara ngak ontime." Ucap Eunice sambil mengetuk pintu toilet.

Ceklek

Akhirnya Fabiola membuka pintu tersebut setelah hampir 5 menit Eunice meneriakinya.

"Lagi mules gue, maap maap. Yaudah yuk." Ucap Fabiola lalu mereka berdua segera keluar dari kamar hotel.

Pelatihan yang diikuti Fabiola dan Eunice sudah berakhir semalam, dan hari ini mereka dibiarkan untuk berlibur karena besok malam mereka akan kembali ke tempat tugas mereka masing-masing.

Dan sesuai dengan rencana, mereka akan jalan-jalan bersama Gomgom hari ini.

Tak sampai 10 menit mereka sudah tiba di dalam mobil yang dikendarai oleh Gomgom yang saat ini menatap sinis kepada mereka berdua karena dia harus menunggu hampir 30 menit.

"Ngapain aja lo pada? Untung gue ga pulang karena kelamaan nunggu."

"Ya maap Gom, tadi gue mules jadi ke toilet dulu. Ini aja masih mules." Ucap Fabiola sambil memegang perutnya.

"Iya Gom, jangan marah yah. Inget, orang sabar jodohnya juga orang sabar." Timpal Eunice.

"Hmm, jadi mau kemana kita hari ini?"

"Jemput si Khalifah dulu. Katanya dia mau ikut." Ucap Fabiola dari balik jok belakang.

"Jadi Khalifah mau ikut? Kenapa bukan dia aja yang jemput kalian. Gue dari ujung ke ujung hanya buat jemput kalian, terus sekarang mau jemput Khalifah lagi. Bener bener."

"Gom, inget "orang sabar jodohnya juga orang sabar."" Ulang Eunice.

"Tadi dia kira ga dapat penerbangan kesini, ternyata masih sempet. Kita jemputnya di bandara aja, dia udah ga sempet ke rumah ngambil mobil." Jelas Fabiola.

"Yaudah. Loe berdua pake sealbet. Ga lucu polisi ditilang sama polisi cuma gara-gara sealbet." Ucap Gomgom sebelum melajukan mobilnya.

###

Setelah menjemput Khalifah akhirnya mereka berempat memilih untuk ke sebuah mall untuk makan siang.

"Si Efraim ga mau ikut juga Nik?" Tanya Khalifah kepada Eunice setelah mereka memilih menu makanan.

"Kejauhan dari Lampung ke Jakarta, lebih baik dia nemuin gue di Kalimantan aja pas balik, lebih deket." Jawab Eunice.

"Yakali aja dia juga mau double date bareng gue sama sama Fabiola."

"Terus kalian berempat jadiin gue supir kalian gitu? Udah cukup ya selama masa kuliah gue jadi obat nyamuk." Protes Gomgom yang membuat ketiga temannya tertawa.

"Mungkin itu emang nasib loe sebagai cowok yang dari dulu ga bisa deketin cewek." Jawab Fabiola.

"Iya Gom, apa perlu gue kasih tips and triknya cara dapetin cewek? Bibi aja takluk sama gue ya kan sayang?" Ucap Khalifah sambil mengedipkan mata kirinya pada Fabiola.

"Hee, udeh udeh. Efraim lagi ga ada disini, jadi jangan nunjukin kemesraan kalian disini." Respon Eunice melihat pasangan ini.

"Nah waktunya makan, awas aja kalau ada yang bicara pas lagi makan. Gue laporin komandan." Ucap Gomgom saat makanan mereka sudah tersaji.

"Sayang kamu ga apa-apa? Muka kamu kok pucet banget?" Tanya Khalifah ketika melihat muka Fabiola yang pucat setelah mereka makan.

"Ga tahu nih, perut aku ga enak banget."

"Kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Khalifah mulai membantu Fabiola berdiri.

"Ga mau, besok aku udah harus pulang. Ntar di suruh nginep lagi." Tolak Fabiola.

"Yaudah kita nelpon Joanna aja." Usul Eunice lalu segera menelpon Joanna.

"Halo! Jo lo dimana?" Tanya Eunice.

"Lagi di rumah sakit, tapi udah mau pulang. Kenapa?"

"Bibi lagi sakit, kita langsung bawa dia kesitu aja yah. Lo tungguin kita dulu."

"Oke, gue nunggu kalian yah. Hati-hati, see you."

"See you." Ucap Eunice menutup pembicaraan mereka.

"Gimana kata Jo?" Tanya Khalifah yang sudah khawatir melihat keadaan Fabiola.

"Dia masih di rumah sakit. Lo tahu rumah sakitnya kan Gom?"

"Iya gue tahu."

"Oke. Nike, ini kartu gue, bayar makanan kita dulu. Kita nungguin loe di mobil. Yuk Gom." Ucap Khalifah memberika kartu atmnya pada Eunice lalu segera menggendong Fabiola yang sudah tidak memiliki tenaga.

***

Hayo dong para dark readers hehehe

Vote dan komentnya selalu aku tunggu yah

🫶

 

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang