Ninethy Six

1.1K 95 16
                                        

Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

Gomgom mulai mencoba membuka matanya saat merasa ada sesuatu yang menekan dadanya.

Senyumnya mengembang setelah memastikan bahwa 'sesuatu' itu ternyata adalah Joanna yang menjadikan dirinya sebagai bantal.

Wajah mereka berhadapan membuat wajah cantik Joanna yang masih terlelap terlihat jelas.

Tangan lelaki itu mengusap pelan pipi cubby Joanna, namun tak sampai membuat wanita itu terbangun.

"Cantik banget istri gue." Gumamnya pelan.

"Uhuk uhuk." Joanna terbatuk kecil membuat Gomgom menepuk pelan belakang Joanna yang masih terlelap.

Lelaki itu perlahan memindahkan Joanna kembali ke bantal yang sesungguhnya, ia ingin menatap Joanna lebih dekat.

Drrrt

Getaran handphone di nakas samping ranjang membuat fokus Gomgom jadi teralih dan segera menerima panggilan dari Endang, mamanya.

"Halo, selamat pagi Ma!"

"Pagi nak. Gimana? Kalian berdua udah bangun kan? Siap-siap yah, jangan lupa sarapan, kita ketemu di hotel."

"Hmm, baru mau bangun ma. Inikan masih pagi, acaranya mulai malam kan?"

"Hei! Ini acara kalian, mana boleh siap-siapnya kayak kalian sebagai tamu. Acaranya mulai malam buat undangan, kalian harus udah siap sebelum jam 3 sore." Endang benar-benar tidak habis pikir dengan pikiran anaknya ini.

"Hmm, yaudah ma. Kami siap-siap dulu. Terus yang jemput siapa? Mobil akukan di rumah, Joanna juga."

"Mobil kamu udah ada di parkiran apartemen, Pak Cecep udah nitipin kunci di resepsionis tadi." Cecep adalah salah satu ajudan Deon.

"Oke ma. Kalau gitu telponnya aku matiin dulu. See you ma." Ucap Gomgom lalu mematikan sambungan telepon itu.

"Padahal baru jam 7 pagi, kok mama udah buru-buru aja. Kan masih mau tidur bareng istri baru kan yah sayang?" Ujar Gomgom memandangi Joanna.

"Sayang..."

"Sayang bangun sayang, udah pagi. Kita harus siap-siap."

Semua ucapan lembut Gomgom tak membuakan hasil apapun sekarang.

Cup

Cup

Cup

Joanna mulai terusik saat wajahnya dihujani ciuman oleh Gomgom.

Dahinya mengerjit seolah ingin bertanya apa alasan Gomgom melakukan itu.

"Ternyata benar yang putri tidur harus dibangunin pakai ciuman, aku kira cuma mitos." Joanna terkekeh pelan mendengar ucapan Gomgom.

"Masih mitos sih kata aku, soalnya tadi hanya kecupan, kalau putri tidur ma dibanguninnya pakai ciuman yang lama." Balas Joanna tak mau kalah.

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang