Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.
"Bi? Kok lo ada disini lagi sih? Kangen lo sama gue? Perasaan semalam kita udah bareng." Tanya Joanna yang melihat Fabiola sudah duduk manis menemani Eunice di ruang tamu saat dia akan berangkat kerja.
"Kangen sama tante Eunice gue, enak aja kangen sama lo."
"Oh, yaudah kalau gitu gue pergi dulu. Ma, Joanna pergi dulu yah." Ujar Joanna sambil menyalim Eunice.
"Eh eh eh, gue juga udah mau balik. Bareng gue aja." Halang Fabiola.
"Lo kan baru nyampe, kok udah balik aja?"
"Gue cuma lewat bentar habis balik dari bandara nganterin brother lo."
"Suami lo maksudnya?"
"Iya deh, suami gue."
"Tapi gue bawa mobil sih, jadi ga perlu lo anter."
"Mobil kamu masih di bengkel nak, kan kemarin pak Ajun balik kampung."
"Hmm, kalau gitu Joanna berangkat bareng Bibi dulu yah mam. Mama baik-baik di rumah, Joanna pulangnya sore. Ntar malem kita makan di luar aja, jadi minta bi Wini ga usah masak aja ma."
"Oke sayang, hati-hati ya kalian berdua."
###
"Jo, ntar malem biar gue jemput lo aja yah." Ucap Fabiola sebelum Joanna keluar dari mobil.
"Ga perlu, ntar gue balik sendiri aja."
"Gue kan sekalian gue mau ikut makan malem bareng kalian."
"Heh, ga ada yang ajakin lo."
"Tanpa lo ajakin gue tetap ikut kok, lo mau temen lo ini jadi kurus karena makan mie instan doang?"
"Hadew, kok bisa ya cewek modelan lo nikah. Mana cuma bisa masak mie instant doang lagi."
"Ya kan suami gue pinter masak, jadi imbang dong. Lagian bisa masak mie instant udah pencapaian buat gue, daripada lo yang masak air aja bisa angusin pancinya." Balas Fabiola mengingatkan kejadian saat Joanna ingin belajar memasak mie instan tapi membuat panci air jadi hangus.
"Udeh udeh udeh, males debat gue. Gue balik jam 15.00, inget dan catat. Jangan sampai telat jemput gue. Telat semenit gue ga bayarin makan lo."
"Iye iye."
###
Tok tok tok
"Masuk!" Balas Joanna saat mendengar suara ketukan pintu.
"Selamat siang Joanna!" Sapaan orang itu membuat Joanna yang tadinya berfokus pada layar komputer menjadi fokus ke orang tersebut.
"Gue ga mau bicara sama lo Gom! Silahkan keluar!" Jawab Joanna seraya berdiri dan berjalan ke arah pintu itu, berniat menutupnya kembali.
Yas, orang itu adalah Gomgom yang dengan cepat masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu itu sebelum Joanna tiba.
"Dengerin aku dulu."
"Ga!"
"Semenit aja."
"Ga!"
"Yaudah, kalau gitu ini makan siang buat kamu. Dibuatin mama." Gomgom memberikan sebuah paper bag berisi beberapa kotak bekal di dalamnya.
Joanna menarik napasnya panjang lalu menerima paper bag itu. Jika itu dari Gomgom dia pasti menolaknya, tapi ini dari Endang. Endang memang sering memberikannya makan siang sebelum dia ke AS, dan Gomgom yang baru mengetahui hal itu membuat ini menjadi alasan dia bisa bertemu dengan Joanna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tidak Bisa Lari
Storie d'amoreSeorang abdi negara kebanyakan akan memilih pasangan yang berprofesi di bidang kesehatan, begitupun sebaliknya. Tapi berbeda dengan Iptu Theodore Gomgom Octofarrel, lelaki 28 tahun yang sebentar lagi pangkatnya akan naik ini sejak dulu tidak pernah...
