Ninety One

1.1K 79 10
                                        

Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

Mata Fabiola menatap awan putih yang mereka lewati saat ini, suasana tenang tapi tak membuat matanya merasakan kantuk, padahal semalam dia tak beristirahat banyak karena sangat bersemangat dengan liburan mereka kali ini.

"Sayang kamu ga ngantuk? Kamu cuma 4 jam loh tidurnya." Ujar Khalifah yang sejak tadi memperhatikan istrinya itu.

"Ga ngantuk aku."

"Tapi kamu perlu istirahat. List kegiatan yang kamu buat semalam bisa sia-sia kalau kamu sakit kan?" Ya, karena terlalu bersemangat membuat Fabiola sudah membuat list kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan selama seminggu berlibur ini.

"Tapi aku masih ga ngantuk sayang, gimana dong?"

Mendengar jawaban Fabiola, Khalifah segera menekuk tubuhnya ke arah perut Fabiola agar bisa berbicara dengan calon anaknya itu.

"Jagoan, mama kamu ga mau tidur, padahal kamu ngantuk juga kan? Tolong suruh mama buat tidur yah? Biar kalian siap buat liburan kita." Ucap Khalifah pelan membuat Fabiola tersenyum, belakangan ini Khalifah selalu menggunakan calon anak mereka agar dia bisa mengikuti kemauan lelaki itu.

"Apaan kamu, main lapor-laporan sama anak kita. Kamu kira di "Lapor Pak" apa?" Kekeh Fabiola.

"Biarin, biar Jagoan tahu kalau mamanya ini keras kepala banget."

"Hmm, kata Jagoan dia pengen ditemenin papanya tidur, gimana dong?"

"Oke, papa temenin yah nak." Ucap Khalifah lalu mengelus perut Fabiola yang mulai membesar itu. "Aku suka deh kalau kamu lagi hamil sayang, kamu jadi manja dan selalu mau deket aku. Sebelumnya, kamu aku tinggalin lama aja ga kangen banget-banget gitu."

"Ini Jagoan yang mau papa, bukan mama." Jawab Fabiola dengan suara diubah seperti anak kecil.

"Masih gengsi aja jawabnya."

"Mau banget aku kangen sama kamu?"

"Iyalah, dapetin kamu susah. Harus usaha 2 tahun dapetinnya."

"Jagoan, papa kamu perhitungan sama mama." Kali ini Fabiola-lah yang melakukan pelaporan.

Mereka berdua terkekeh melihat kelakuannya sendiri, tanpa sadar membuat Fabiola perlahan menutup matanya.

"Jagoan, mama udah tidur. Kamu juga tidur yah, pago majo kamu juga udah tidur pasti." Bisik Khalifah lagi pada calon anaknya, lebih pelan dari yang tadi agar tak membuat Fabiola terbangun kembali.

###

Prediksi Khalifah meleset, nyatanya 'pago' dan 'majo' Jagoan-nya saat ini belum ada yang tertidur. Yap, mereka adalah Joanna dan Gomgom. Supricengly, orang yang tadi menyapa Joanna adalah Gomgom. Lelaki ini memang sengaja ingin mengejutkan Joanna, dibantu oleh kedua temannya itu.

Untuk izin, dia sudah diizinkan sebelum dia mengalami masalah dengan Joanna, tapi dia belum memberitahu Joanna karena masalah mereka.

Dan untuk kagetnya Joanna saat bertemu dengannya tadi adalah karena masker dan kacamata hitam serta topi yang digunakan membuat wanitanya itu tak mengenalinya.

"Kenapa liatin aku kayak gitu?" Tanya Gomgom pada Joanna yang sejak tadi menatapnya intens.

"Masih kaget."

"Nih aku pegangin, biar kagetnya berkurang." Ujar Gomgom lalu menggenggam tangan Joanna.

"Tahu ga, tadi malam aku nangis."

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang