Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.
Kelima lelaki kecil ini mengelilingi bayi perempuan yang baru berusia sebulan. Ya, mereka adalah anak dari sahabat-sahabat Joanna. Mada yang masih dipanggil Junior hingga saat ini, Evander, Etaniel, Ray, juga William. Sedangkan Arga, dia masih dalam pangkuan Fabiola, karena sejak tadi dia hampir saja memberi cakaran di muka bayi cantik itu.
"Dede cantik yah, kayak plinses, pake pita-pita." Puji Junior sambil menunjuk pita berwarna putih di kepala Dede.
"Aku juga mau pita kayak Dede." Rengek Ray.
"Tidak boleh Lai, pita untuk pelempuan, benel kan bang?" Etan meminta persetujuan Evan.
"Iya Lai, bunda pelnah bilang gitu." Dukung Evan, Bunda adalah panggilan untuk Eunice.
"Sssttt. Dede jadi kebangun kalena kalian libut." William melerai mereka saat melihat beberapa gerakan dari Eleanora.
Orang tua mereka jelas memperhatikan mereka dari jauh, kecuali Gomgom yang saat ini duduk beberapa langkah dari box bayi Eleanora. Dia ingin Elnora selalu dalam jangkauan matanya setelah dia keluar dari rumah sakit untuk melanjutkan penyembuhannya.
"Jo, si Gomgom emang mantau Dede segitunya sekarang?" Tanya Karin bercanda.
"Hmm, kalau tidur aja, boxnya Dede ditaruh deket dia. Jadi kalau Dede bangun malem, Dede yang urus. Katanya, gue cukup nyusuin aja."
"Pantes aja matanya udah ngalahin panda di zoo." Gumam Fabiola.
"Guys! Makanannya udah jadi, yuk makan!" Teriak Khalifah yang hari ini bertugas sebagai kepala koki, dibantu Efraim dan Rian sebagai asistennya.
"Wah, pas banget gue datengnya, mana udah laper." Seru Teguh yang baru masuk di pintu rumah Joanna. Dia harus mengikuti meeting sebelum ke tempat ini.
"Enak aja, lo urus anak-anak dulu. Kalau mereka udah beres, baru boleh makan." Balas Rian.
"Hmn, yaudah-yaudah." Ucap Teguh lalu berjalan pelan ke arah kumpulan lelaki kecil yang masih fokus menatap Eleanor sambil bercerita dengan Gomgom.
"Anak-anak, ayo makan dulu biar Dede bisa istirahat juga." Ucap Teguh sambil merangkul kelimanya.
"Gom, yuk makan juga. Dede ga apa-apa kan ditinggal disini dulu?" Ajak Teguh.
"Duluan aja Guh, ntar gue makannya pas Joanna udah kelar. Gantian jagain Dede."
"Yaudah, kita duluan yah. Yuk yuk yuk." Teguh mendorong kelima anak itu menuju ruang makan.
###
"Gomgom ga ikut?" Tanya Khalifah.
"Ga, mau jagain Dede dulu katanya. Ntar dia tukaran sama Joanna." Jelas Teguh sambil mempersiapkan makanan untuk kelima anak itu.
"Yaudah kita makan dulu." Ajak Khalifah.
###
Joanna duduk di sisi Gomgom yang saat ini sedang asyik bercengkrama dengan anak mereka.
Senyuman Joanna selalu mengembang melihat kedua orang ini.
"Sayang, makannya aku suapin yah. Kamu pasti capekkan jaga Dede."
"Hmm, sebetulnya ga secapek kamu. Tapi aku mau disuapin. Ahh..."
Joanna memasukkan sesendok makanan ke dalam mulut suaminya itu.
"Enak?"
"Hmm, tapi makanan favorit aku tetep sup telur kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tidak Bisa Lari
RomanceSeorang abdi negara kebanyakan akan memilih pasangan yang berprofesi di bidang kesehatan, begitupun sebaliknya. Tapi berbeda dengan Iptu Theodore Gomgom Octofarrel, lelaki 28 tahun yang sebentar lagi pangkatnya akan naik ini sejak dulu tidak pernah...
