Ninethy Eight

1.5K 116 38
                                        

Pokoknya sebelum baca vote dulu ayoo
Hahahaha
.
.
.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

Tepat pukul 15.00 Joanna sudah siap dengan gaun pengantinnya. Gaun pengantin yang dipakai ini didesain sesuai kemauannya dan dengan pertimbangan kedua mamanya.

 Gaun pengantin yang dipakai ini didesain sesuai kemauannya dan dengan pertimbangan kedua mamanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*ilustrasi

Jika pada kedua acara sebelumnya, bajunya terlihat lebih kalem. Khusus pada puncak pernikahan mereka, Joanna memilih gaun dengan warna yang soft.

Niatan Joanna yang ingin memakai warna kesukaannya pun terhalang karena larangan Eunice, bukan tanpa alasan tapi warna itu sering disebut "warna janda". Untung saja dia masih memiliki second choice untuk warna gaunnya.

Gomgom yang sudah memakai seragam dinasnya tak ingin jauh dari Joanna sejak istrinya itu diberi polesan.

"Mas, ga capek lihatin istrinya terus?" Tanya wanita yang menjadi salah satu tim MUA yang memberi tambahan di beberapa tampilan Joanna.

MUA yang digunakan oleh Joanna kali ini adalah pilihan Eunice, alasannya jelas agar tak ada rasa iri diantara mama kandung dan mama mertuanya. Apalagi pernikahan hanya dilakukan sekali seumur hidup.

"Ga kok. Ngapain capek. Istri saya cantik kan?" Mata Gomgom tidak lepas dari Joanna yang sejak tadi hanya fokus memainkan ponsel, menahan blushing-nya(?).

Wanita tadi hanya tersenyum mendengar jawaban Gomgom.

"Maklumin ya mba, pengantin baru udah seminggu tapi baru serumah 3 hari doang." Khalifah yang baru memasuki make up room.

Ya, salah jika kalian kira mereka berdua serumah selama seminggu ini. Nyatanya pada hari ketiga pernikahan mereka, Gomgom harus melanjutkan kasusnya yang ternyata lebih besar dari perkiraannya. Sedangkan Joanna, dialah yang mengurus segala urusan resepsi hari ini, tentu dibantu oleh mama dan mertuanya.

"Kalau dia muji gitu, ga usah di dengerin mbak. Dia aja ga pernah minta foto beberapa hari ini." Timpal Joanna lalu segera berdiri, untuk melakukan pemotretan.

Mbak MUA hanya bisa tersenyum, tak ingin ikut dalam berdebatan kecil ini.

"Mau kemana?" Tahan Gomgom.

"Mau foto sendiri."

"Kok sendiri? Ditemanin suami dong."

"Hei, belum waktunya yah. Lo sini buruan, udah ada pasukan pedang pora di depan. Sambut mereka dulu." Kali ini Khalifah yang menahan lelaki bucin itu.

"Yahhhh."

"Udah sana buruan, jangan banyak tingkah dulu." Peringat Joanna.

"Iya iya."

###

Resepsi hari ini diawali dengan upacara pedang pora sebagai tanda kehormatan bagi pasangan pengantin dan mengukuhkan ikatan mereka dalam kehidupan baru.

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang