Ninethy Nine

1.2K 89 9
                                        

~seperti biasa, aku mau minta vote sebelum baca. Biar ga kelupaan, hahaha~
.
.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

Gomgom dan Joanna berjalan pelan masuk ke dalam apartemen. Mereka memilih pulang setelah keadaan Jagoan sudah mulai membaik, juga karena kedua orang tua Khalifah sudah ada disana untuk membantu Fabiola.

Joanna sebetulnya menolak saat Maya menyuruhnya pulang, tetapi karena dipaksa dengan alasan besok sudah harus masuk kerja, membuat dia akhirnya menyalah.

"Aku atau kamu yang mandi duluan?" Tanya Joanna saat Gomgom sudah duduk di sofa.

"Mandi bareng aja gimana?" Ucap Gomgom dengan muka jahilnya.

"Oke." Jawab Joanna datar lalu segera berlalu masuk ke kamar. Dia sudah sangat lelah sekarang.

Gomgom yang mendengarkan jawaban Joanna cukup terkejut tetapi jelas bahagia, dia segera berdiri dan mengikuti langkah Joanna.

"Sayang, serius?" Tanyanya saat sudah berada di belakang Joanna.

"Apanya?"

"Yang tadi kamu bilang."

"Tadi aku bilang apa sih? Lupa."

"Mau mandi bareng."

"Hah?! Ga, ga. Apaan mandi bareng, yang ada ga mandi jatohnya."

"Tadi kamu bilang 'oke'." Gomgom dengan muka merajuknya.

"Hah? Tadi aku jawab oke pas kamu ngajak makan bareng kan?"

"Mandi bareng, bukan makan bareng. Yaudah deh, aku mandi duluan aja. Males." Ucap Gomgom kesal lalu mengambil handuknya masuk ke dalam toilet.

Tak

Joanna menahan pintu toilet sebelum Gomgom berhasil merapatkannya.

"Ayo mabar! Mandi bareng!" Seru Joanna sebelum masuk dan akhirnya menutup pintu.

Sepertinya malam pertama mereka akan menjadi kegiatan intim berdua setelah mandi bareng ini.

###

Mata Gomgom masih terpejam saat Joanna sudah mulai membuka matanya.

Posisinya masih nyaman dalam pelukan suaminya itu. Bahkan tangan Gomgom dijadikannya bantal sejak tadi subuh, kemungkinan besar lengan lelaki itu akan pegal nantinya.

Joanna memandangi sosok di sampingnya ini sambil tersenyum. Dia memang sudah beberapa kali tidur bersampingan dengan Gomgom, tetapi ini pertama kalinya dia terbangun lebih dulu membuat dia bisa menikmati pemandangan baru ini.

Ini pertama kalinya dia melihat roti sobek Gomgom, yang sejak dulu menjadi sesuatu yang membuat Joanna penasaran. Dia sudah mencari di berbagai media sosial mengenai foto Gomgom, tetapi tak pernah ada foto lelaki itu yang tak menggunakan baju, mentok memakai baju yang ketat.

Perlahan tangannya memegang perut yang sangat padat itu.
"Rajin olahraga memang ga membohongi hasil." Desisnya.

Setelah puas dengan perut Gomgom, Joanna kembali fokus pada wajah lelaki itu. Saat mereka masih pacaran, Joanna akui wajah Gomgom itu ganteng, tetapi setelah menikah, wajah lelaki ini menjadi lebih ganteng. Jika boleh, Joanna akan selalu memakaikan Gomgom masker agar tak banyak yang melihat kegantengan suaminya itu.

"Ekhm, kenapa sayang?" Tanya Gomgom yang terbangun saat dengan tak sadar Joanna menyentuk bibir lelaki itu.

"Eh, eh. Ga kok. Maaf ya jadi bangunin kamu." Jawab Joanna gelapan sambil menurunkan tangannya namun segera ditahan oleh Gomgom.

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang