Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.
"Ma, ini potongannya udah cocok kan?" Tanya Joanna setelah memotong beberapa bagian wortel.
"Ini agak kebesaran nak, tipisin dikit." Balas Eunice.
Hari ini Joanna mendapatkan libur, membuat dia berniat untuk belajar memasak bersama Eunice yang akhirnya menunda dirinya ke kantor lebih awal karena permintaan Joanna ini.
"Kamu serius cuma mau masakin sayur sop buat Theo? Emangnya dia bakalan cukup sama ini doang?" Tanya Eunice tidak yakin.
"Hmm, tambah apalagi ya ma bagusnya?"
"Kemarin bibi udah ungkep ayam di kulkas, tinggal kamu goreng. Gimana?"
"Oke deh ma. Mama siap-siap aja dulu, ntar aku anterin ke kantor sekalian nganterin makan siangnya Theo."
"Kamu bisa sendiri emang?"
"Bisa ma, cuma goreng ayam aja kan?"
"Iya, kamu hati-hati yah. Mama ke kamar dulu."
###
"Halo sayang! Aku ada di depan kantor kamu."
"Halo sayang! Kok ga bilang-bilang mau ke kantor?"
"Mau kasih suprice dong!"
"Kalau gitu aku otw kesitu."
Joanna memutuskan sambungan teleponnya ketika terdengar Gomgom sudah berlari.
Dan benar saja, lelaki itu muncul tak lama setelah panggilan mereka berakhir.
"Hai sayang!" Sapa Gomgom melalui jendela mobil yang terbuka.
"Hai! Masuk dulu sayang." Gomgom segera masuk ke dalam mobil itu dan duduk di jok penumpang.
"Tada!" Joanna mengangkat sebuah tas makanan saat Gomgom baru saja berhasil duduk.
"Ini apa?"
"Boneka sayang."
"Kok boneka bentuk tas sih?"
Joanna mendengus kesal.
"Ini makanan sayang, buat makan siang kamu. Tadi aku masakin kamu."
"Kamu yang masak?"
"Iya, kenapa? Ga percaya?"
"Gimana ya jawabnya."
"Yaudah kalau ga percaya." Joanna meletakkan tas makanan itu disamping Gomgom lalu melipat tangannya di dada.
"Hmm, kalau gitu kita makan di ruangan aku aja. Biar aku percaya kamu yang masak. Gimana?"
"Eh, aku masuk ruangan kamu?"
"Ya iya, aku masih ada kerjaan dikit. Jadi harus ngerjain sambil makan."
"Kalau gitu aku pulang aja."
"No no no. Kita pulang bareng."
"Ih ntar temen-temen kamu bilang apa kalau aku masuk ruangan kamu."
"Sayang, cepat atau lambat mereka pasti harus kenal kamu kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tidak Bisa Lari
RomansaSeorang abdi negara kebanyakan akan memilih pasangan yang berprofesi di bidang kesehatan, begitupun sebaliknya. Tapi berbeda dengan Iptu Theodore Gomgom Octofarrel, lelaki 28 tahun yang sebentar lagi pangkatnya akan naik ini sejak dulu tidak pernah...
