Eighty Six

1.1K 89 13
                                        

Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

Yuda segera menghampiri Eunice dan Khalifah yang segera menuju ke rumah sakit setelah dikabari oleh Ariq.

"Gimana keadaan Joanna, Yud? Baik-baik aja kan?" Tanya Eunice khawatir.

"Keadaan tubuh Joanna semuanya baik tan, kecuali pikirannya. Dan kejadian tadi disebabkan karena dia mengalami halusinasi hipnagogik, ini karena selama beberapa hari belakangan dia tidak pernah tidur sama sekali. Tapi tante tenanh saja, aku udah ngasih obat tidur biar dia bisa istirahat beberapa saat." Jelas Yuda.

"Hmm, makasih Yuda. Maafin kami ya udah ngerepotin kamu."

"Ga ngerepotin kok tan. Kalau gitu aku pamit dulu tante, masih ada pasien yang harus aku periksa."

"Ok nak, sekali lagi terima kasih yah." Ucap Eunice sambil mengantar Yuda hingga ambang pintu ruangan itu.

###

"Tante udah bingung Khal harus ngapain sekarang. Udah berapa hari ini tante paksa Joanna pulang, tapi dia kekeh di rumah sakit aja biar ga kepikiran Gomgom terus, tapi nyatanya sekarang dia malah bahayain dirinya." Ucap Eunice menatap Joanna yang masih tertidur pulas.

"Tante yang sabar yah, mental Joanna emang lagi down sekarang. Dan sepertinya dia memang harus dirawat untuk sekarang ini, kata Dian dia juga udah ga pernah makan lebih dari 3 sendok makan dalam sehari, dia selalu cari kesibukan."

"Jo bakalan baik-baik aja kan Khal? Meskipun nantinya Gomgom ga kembali sesuai kemauan kita?" Tanya Eunice menahan tangisnya menatap putri semata wayangnya itu.

"Joanna wanita yang kuat kayak tante, dia pasti bisa lewatin semuanya."

"Makasih yah Khal. Oh iya, kamu pulang aja, Fabiola sendirian kan di rumah? Tante udah kabarin Teguh dan Karin, mereka udah jalan kesini."

"Aku pulang pas mereka udah nyampe aja tan, sekalian mau lewat di mako buat ngecek perkembangan pencarian Gomgom."

###

Khalifah mulai memasuki kantor itu, sudah ada Deon yang sudah beberapa hari ini selalu datang untuk mengetahui perkembangan pencarian anaknya.

"Selamat malam om!" Sapa Khalifah.

"Malam nak, duduk duduk."

"Terima kasih om. Gimana om, apa udah ada kabar soal pencariannya?"

"Lokasi pencarian sudah diperluas dari lokasi markas Firno, tapi karena lokasinya dekat jurang jadi pasukan yang turun cukup kesulitan." Khalifah menghela napasnya berat.

"Keadaan tante Endang gimana om?"

"Udah lebih baik, dia sudah bisa beraktivitas seperti biasa tetapi belum bisa berkantor lagi. Bagaimana dengan Joanna apa dia baik-baik saja? Sejak pertemuan kita disini om belum sempat mengecek keadaan dia."

"Dia dirawat di rumah sakit om, sudah hampir seminggu ini dia tidak tidur sama sekali, makan juga jarang jadi buat dia jadi halusinasi. Tadi sore dia hampir tertabrak karena berhalusinasi melihat Gomgom, untung saja ada Ariq yang lihat dia."

Deon cukup khawatir mendengar penjelasan Khalifah tadi, keadaan mereka sekarang memang tidak bisa dibilang baik-baik saja. Belum ditemukannya tanda-tanda keberadaan Gomgom membuat mereka sudah kalang kabut.

"Jadi gimana keadaan dia?"

"Udah ditanganin sama dokter. Udah dikasih obat tidur juga om, biar dia bisa istirahat beberapa saat."

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang