One Hundret and One

1.2K 96 15
                                        

Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

Tak terasa sudah hampir 2 tahun Joanna dan Gomgom hidup sebagai suami istri, meskipun mereka hanya tinggal bersama tak sampai 2 tahun karena kesibukan mereka.

Joanna sudah ujian menyelesaikan spesialisnya beberapa hari lalu, tepat sebulan setelah kepergian Gomgom yang harus ikut dalam pelatihan yang dilakukan di pulau Sulawesi.

Dan hari ini dia mengurus berkas wisudanya di rumah sakit, yang kemudian akan dikirim ke kampus di AS.

Kehidupan dua manusia super sibuk ini memang tak bisa semudah itu disesuaikan.

Setelah keluar dari rumah sakit, Joanna segera berjalan ke arah parkiran. Kali ini karena Khalifah ikut dalam pelatihan bersama Gomgom, membuat Joanna akan menjemput Fabiola dan Junior. Mereka akan pergi merayakan ulang tahun, Raiyan anak Karin dan Rian yang baru berusia setahun.

1 jam yang waktu yang dibutuhkan Joanna untuk sampai di depan rumah ini.

"Jagoan! Ini pakai bajunya dulu nak! Kita nanti telat loh." Suara teriakan Fabiola membuat Joanna tersenyum sebelum membuka pintu, wanita itu benar-benar mengeluarkan teriakan emasnya setiap akan memakaikan baju untuk anak pertamanya.

"Selamat sore!" Sapa Joanna sesaat setelah menutup pintu utama. Terdengar suara kaki kecil yang berlari ke arahnya, jelas itu adalah Jagoan.

"Halo anak majo! Sini peluk!" Joanna berjongkok merentangkan tangannya menunggu Jagoan memeluknya.

Anak lelaki berusia dua tahun itu segera menambah kecepatan larinya ke arah Joanna dan segera memeluk wanita itu erat.

"Huft, akhirnya lo nyampe juga." Fabiola ikut menghampiri keduanya dengan napas yang terengab.

"Hmm, gue yakin lo kesusahan pakein dia kemeja lagi, makanya gue langsung kesini. Ini beneran anak lo ternyata, ga suka make kemeja sukanya kaos. Kamu mirip banget sama mama kamu nak." Ucap Joanna sambil menggendong Junior dan mengambil kemeja yang berada dalam genggaman Fabiola.

"Lo juga siap-siap. Ke depan kalau mau acara gini terus ga ada Khal, hubungi gue, lo jangan lari-lari kayak tadi, kasihan adeknya Junior." Nasihat Joanna. Ya, Fabiola sementara mengandung anak kedua mereka, kandungannya sudah memasuki usia 15 minggu.

"Iya, iya makasih yah. Nitip Junior dulu."

"Hmm, gue izin bawa dia ke rumah yah. Manice mau ketemu katanya sebelum berangkat ke Kalimantan nanti malam."

"Oke. Junior-nya jangan digendong Jo, ntar kebiasaan digendong sama lo."

"Aman aman."

###

"Oma!" Teriakan kecil dari Junior membuat Eunice yang sibuk menyusun barangnya di koper mengalihkan perhatiannya.

"Eh ada cucu oma!" Eunice segera menghampiri Junior yang sudah berjalan ke arahnya.

"Selamat sore mama!" Joanna memeluk dan mencium kedua pipi Eunice setelah wanita paru baya itu berhasil menggendong Junior. Sudah seminggu lebih dia tak bertemu dengan mamanya karena kesibukannya.

"Halo sayang! Gimana berkasnya sudah rangkum semua?"

"Iya mam, sudah aku kirim juga. Sisa nunggu Theo balik dari pelatihan terus berangkat. Mama ikut juga pas wisuda aku kan?"

"Pasti dong, mama, om Irvan dan tante Iriana bakalan ikut."

"Nah gitu dong. Top markotop emang."

"Besok aku nyusulin mama ke Kalimantan yah? Aku udah ngajuin cuti untuk beberapa hari ke depan kok."

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang