Stop
Stop
Stop
Sebelum baca, mohon klik bintangnya dulu yah hehehehe
Part² sebelumnya aku lihat banyak yang baca tapi ga nge-vote🥹
.
.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.
Joanna membaca pesan Gomgom tepat setelah dia memasuki ruangannya itu. Benar saja, ruang khususnya itu sudah rapi juga bersih sekarang, yang tentunya membuat rasa ngantuknya kembali.
To : Halo Dek!
Ok sayang, maacih yahh. Aku mau tidur dulu, nanti pas jemput tolong aku dibangunin biasa aja, ga perlu kayak di rumah!
Joanna mengetikkan balasannya sebelum menutup matanya.
Mereka berdua sebetulnya telah memiliki izin cuti selama 3 minggu ini, khusus untuk pernikahan mereka.
Namun tugas hari ini tidak bisa mereka lewatkan begitu saja. Joanna yang memang masih sebagai mahasiswa program spesialis, dan Gomgom yang baru saja naik jabatan dengan tugas baru membuat cuti mereka tidak bisa 'benar-benar cuti'.
###
Gomgom menyusuri beberapa titik yang sudah anak buahnya beri tanda khusus di TKP ini.
Ledakan bom tepat di jalan tol dini hari yang membuat beberapa pengendara menjadi korban menjadi kasus baru mereka sekarang.
Beberapa barang bukti sudah diamankan oleh anak buahnya, bahkan sebelum dia tiba disini.
Dan yah, operasi Joanna tadi adalah korban dari kejadian ini. Sungguh tak bisa dipisahkan mereka berdua ini.
"Jadi ga enak gue hubungin lo padahal lo masih cuti, dan masih nikmatin masa pengantin baru lo." Suara Bima dari arah belakang membuat Gomgom segera berdiri.
"Udah tugas gue bang. Makasih yah udah hubungin gue."
"Hmm. Gimana menurut penglihatan lo?" Bima kembali fokus dengan keadaan TKP.
"Gue rasa ini bukan bom bunuh diri. Karena di dalam mobil itu kita udah nemuin 'barang haram'. Dan lagi, pengemudinya cuma seorang, letak bomnya ga deket dia, bahkan ada di bagian bawah mobil. Kalau kita mikir bom bunuh diri, kenapa dia sepertinya ga tahu kalau ada bom di mobilnya." Jelas Gomgom sambil memperhatikan mobil yang sudah meledak tak jauh dari tempat mereka berdiri
"Gue juga mikir gitu. Kasus ini harus kita dalami lebih lanjut, jangan sampai ada hal besar di belakang ini."
"Lapor komandan, semuanya sudah beres. Beri arahan." Restu menghampiri mereka berdua.
"Sudah kalian amankan semuanya?"
"Siap. Sudah komandan."
"Baik, kalian bisa kembali, dan minta beberapa orang untuk tetap berjaga sekitar tkp. Untuk wartawan, biar bang Bima yang hadapi, ya kan bang?" Ucap Gomgom tanpa meminta persetujuan Bima sebelumnya, malah setelahnya.
"Wah wah, emang paling anti ya lo bicara depan wartawan."
"Bukan gitu bang, gue baru aja nikahan kemarin. Ntar wartawan malah melenceng lagi nanyanya, jaga jaga aja."
Pernikahan mereka memang menjadi buah bibir di masyarakat. Pernikahan seorang perwira dengan pangkat tinggi di usia muda dengan kedua orang tua di 'dunia' yang sama, dengan dokter yang mentereng namanya, yang juga merupakan anak pebisnis terkenal.
Untung saja pemberkatan pernikahan mereka tetap khusyuk, padahal ada banyak wartawan yang berada di sekitar lokasi waktu itu.
"Iya deh, yaudah gue ke mereka dulu." Ucap Bima mulai berjalan ke arah wartawan
KAMU SEDANG MEMBACA
Tidak Bisa Lari
RomanceSeorang abdi negara kebanyakan akan memilih pasangan yang berprofesi di bidang kesehatan, begitupun sebaliknya. Tapi berbeda dengan Iptu Theodore Gomgom Octofarrel, lelaki 28 tahun yang sebentar lagi pangkatnya akan naik ini sejak dulu tidak pernah...
