Seneng banget karena yang baca makin banyak hehehe, tapi sedihnya masih lsbih banyak yang belum vote buat apresiasi hasil tulisan aku hmm
Jadi bingung aku, cerita aku bagus atau ga hmmm
.
.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.
Gomgom mengedipkan matanya berkali-kali melihat Joanna yang sudah duduk di depannya dengan senyuman indah yang selama sebulan ini hanya bisa dilihatnya melalui layar ponsel.
"Sayang? Ini sapaan aku ga dibales?" Joanna menyadarkan Gomgom yang sejak tadi hanya terdiam menatapnya.
"Ini beneran kamu?"
"Ya iya, kamu kira aku siapa?"
Gomgom tersenyum mendengar jawaban Joanna, tak salah lagi ini adalah istrinya, terdeteksi dari muka juteknya saat dia menjawab.
Lelaki itu meraih tangan Joanna.
Cup
"Aku kangen." Ucap Gomgom setelah memberi kecupan pada punggung tangan Joanna.
"Yahh udah punya istri ternyata."
"Yang udah ada yang punya."
Bisikan-bisikan yang tetap terdengar di telinga Joanna membuat Joanna segera berpindah duduk ke sisi Gomgom, dia sudah menebak gadis-gadis muda yang tadi memperhatikan Gomgom pasti terpesona dengan suaminya itu, apalagi lelaki itu tak menggunakan cincin pernikahan mereka, begitu juga Joanna, jangan lupa dengan pekerjaan mereka yang tak bisa selalu memakainya.
Joanna mengalungkan tangannya ke lengan kokoh itu.
"Aku juga kangeeeenn banget sama kamu."
"Tapi pesan aku ga kamu balas dari kemarin."
"Ini namanya suprice sayang. Yang tahu cuma mama dan Fajrih."
"Kok Fajrih?"
Joanna akhirnya menceritakan semua rencananya, yang sangat berhasil kali ini. Dimulai dari Fajrih yang membantunya hingga tiba di tempat itu, juga Khalifah yang tadi meminta bantuan pada Restu untuk mengajak Gomgom ke cafe.
Mengenai bagaimana Khalifah bisa mengetahui bahwa adiknya itu sudah di Makassar sebetulnya karena lelaki itu sampai harus memaksa Eunice untuk memberi tahu mengenai kenapa Joanna tak memberi kabar apapun pada Gomgom, bukan hanya karena ingin membantu Gomgom, tapi dia memang masih protektif pada Joanna.
"Eh, minum pesenan kamu dulu. Waktu kamu ga banyak buat disini kan?" Joanna melepaskan tangannya perlahan lalu mendorong pelan pesanan Gomgom yang tadi dia bawa.
"Mau lama-lama sama kamu."
"Ya ga bisa dong, kamu masih punya tugas."
"Nanti malam aku bakalan ke hotel. Mau bareng kamu."
"Boleh emang?"
"Boleh sayang, selama ga ganggu tugas. Penutupan juga ntar malam kok. Khalifah aja udah langsung berangkat pulang, rindu sama istri dan anak katanya."
"Gimana ga kangen, udah sebulan ninggalin anak dan istri yang lagi hamil. Apalagi Junior udah nambah lucu tahu sekarang, lebih aktif juga."
"Udah lincah dia sayang, jadi Bibi udah larang aku untuk gendong dia biar dia makin lincah. Udah bisa pidato juga kayaknya pas kita balik, hahaha."
Mereka berdua sangat asyik bercerita kegiatan mereka khususnya selama mereka LDM.
"Sayang, bentar lagi jam 6. Balik gih."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tidak Bisa Lari
Storie d'amoreSeorang abdi negara kebanyakan akan memilih pasangan yang berprofesi di bidang kesehatan, begitupun sebaliknya. Tapi berbeda dengan Iptu Theodore Gomgom Octofarrel, lelaki 28 tahun yang sebentar lagi pangkatnya akan naik ini sejak dulu tidak pernah...
