Ninethy Five

1.2K 99 15
                                        

Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

Joanna sekali lagi memperhatikan wajahnya di cermin. Hasil make up MUA yang dia pilih untuk pernikahannya hari ini benar-benar natural tetapi tetap menampilkan auranya sebagai pengantin.

Tok tok tok

Sebuah ketukan membuyarkan pandangannya.

"Sayang! Kamu cantik sekali." Puji Eunice memandangi Joanna yang sudah rapi dengan kebaya putihnya.

Pagi ini akan diadakan pemberkatan pernikahan mereka, lalu besoknya akan menyelenggarakan pernikahan adat. Jangan lupa Gomgom adalah keturunan Batak.

Sedangkan resepsi akan mereka laksanakan seminggu lagi, bukan karena alasan tapi acara itu akan menjadi puncak rangkaian pernikahan mereka.

Joanna tersenyum manis mendengar pujian mamanya. "Mama kok baru sadar, anaknya secantik itu?" Godanya.

"Anak mama selalu cantik, tapi hari ini bener-bener bikin mama pangling."

Oh iya, kebaya hari ini merupakan desain yang Joanna siapkan sendiri, meskipun dia tidak ahli dalam bidang ini, namun desainnya dapat disempurnakan oleh Gita, salah satu desainer keluarga mereka.

Oh iya, kebaya hari ini merupakan desain yang Joanna siapkan sendiri, meskipun dia tidak ahli dalam bidang ini, namun desainnya dapat disempurnakan oleh Gita, salah satu desainer keluarga mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*ilustrasi

Tok tok tok

Sekali lagi terdengar suara ketukan pintu setelah mereka berfoto, membuat dua wanita ini menatap ke arah pintu.

"Itu pasti sahabat-sahabat kamu. Mereka daritadi udah ga sabar nungguin ketemu sama kamu. Mama bukain boleh?"

"Boleh ma." Persetujuan Joanna membuat wanita paruh baya itu bergerak membuka pintu.

"WOWWWW!!!!" Seru Karin, Eunice, Kayla juga Fabiola bersamaan ketika  pintu itu terbuka menampilkan wajah Joanna berbalutkan gaun indahnya itu.

Mata mereka berkaca-kaca menatap adik kecil mereka yang hari ini akan melepas masa lajangnya setelah melewati banyak cobaan.

"Cantik banget Jo!" Puji Kayla.

"Hmm, ga nyangka gue lo bisa secantik dan seanggunly ini." Timpal Karin.

"Hiks hiks hiks, gue ga tahu mau bilang apa Jo! Tapi gue bahagia banget buat lo." Emosi ibu hamil Eunice memang membuatnya sensitif.

"Bi? Lo ga muji gue?" Tanya Joanna setelah beberapa saat Fabiola hanya terdiam.

"Dor, gue ga mau muji lo cantik karena sebelum ketemu kalian gue udah kenyang denger Gomgom bilang lo cantik sejak pertama kalian bertemu. Meskipun hari ini lo bener-bener luar biasa cantiknya, mudah-mudahan calon suami lo ga pingsan liat kecantikan lo." Wanita satu anak ini memang tak memuji secara langsung, tapi mata berkaca-kaca sudah menjadi penjelasan.

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang