Seventy Seven

1.4K 104 9
                                        

Cerita ini hanyalah fiktif belaka
Tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata
.
.
.

Gomgom membaringkan tubuh Joanna perlahan. Akhirnya setelah hampir sebulan di rumah sakit, Joanna sudah diizinkan pulang.

Tentu ini karena paksaan Joanna yang ingin dirawat di rumah saja, selain karena sudah bosan di rumah sakit. Gomgom yang selalu ingin menemaninya juga menjadi alasannya.

Meskipun lelaki itu tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai abdi negara, tapi Joanna yakin Gomgom pasti kelelahan menjaganya.

"Makasih yah." Ujar Joanna.

"Hmm, kamu mau makan dulu atau tidur?"

"Mau nonton dulu."

"Nonton apa?"

"Nontonin wajah kamu." Gomgom jelas tersenyum mendengar jawaban Joanna.

"Yaudah. Liatin sampai puas." Gomgom menarik kursi belajar Joanna ke pinggir ranjang agar Joanna bisa menatapnya sambil tetap berbaring.

"Ganteng juga yah. Baru sadar aku."

"Hei! Kamu selama ini sama aku baru sadar? Harusnya dari awal kita ketemu di rumah sakit kamu harusnya sadar."

"Waktu itu muka kamu masih kusam banget, rambut ga ketata. Pokoknya ga banget. Sekarang udah rapi, wangi, muka keurus. Siapa ya ngajarin?"

"Gue! Yakali mau jadi ipar gue dengan tampilan dia sebelumnya." Khalifah yang masuk ke kamar Joanna membuat mereka mengalihkan perhatian mereka.

Joanna mengerutkan keningnya menatap Fabiola yang berdiri di belakang Khalifah, meminta penjelasan.

"Gue ga ikut-ikutan ya Dor." Ujar Fabiola.

"Tapi kok gue bingung. Kenapa suami gue yang cakep ini, sampai turun tangan ngatur pacar lo. Ini ada hal yang belum gue tahu ga sih?" Tanya Fabiola.

"Sayang, minggir bentar. Biar si Bibi bisa duduk manis di samping aku." Usir Joanna, membuat Gomgom berdiri dan membiarkan Fabiola duduk di kursinya.

"Ehem ehem, lo jangan kaget yah. Atau si abang protektif jagain lo biar ga kaget-kaget amat?" Tanya Joanna.

"Apa sih buruan, ga tenang gue kalau gini. Lo ada penyakit serius?"

"Heh! Enak aja. Amit amit yah."

"Yaudah buruan apaan?"

"Tada!" Joanna mengangkat tangannya.

"Hah? Apasih? Kenapa tangan lo? Makin glowing?" Tanya Fabiola bingung.

"Sayang, salah tangan sayang. Bukan tangan kanan." Bisik Gomgom pelan.

"Oh iya, maap maap." Joanna tersenyum kikuk lalu menurunkan tangan kanannya.

"Nah ini Bi!."

"HEIII!! APA-APAAN INI? Lo lamar Joanna tanpa izin ke genk kita Gom?" Seru Fabiola lalu menatap tajam pada Gomgom.

Tidak Bisa LariTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang