Real World PT 1

1.8K 347 20
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

Tubuhnya ditarik paksa, seperti berada di dalam gelombang ombak. Perutnya terasa seperti diputar, mual. Dan....

BRUK!

Ia terjatuh.

Matanya segera memindai sekitar, ini adalah kamarnya. Kamar aslinya. Cat putih dengan bangkai besi dan robot yang berserakan dimana - mana. Ini jelas adalah teritorinya. Namun saat ini posisinya sangat tidak elit. Ia masih terduduk diatas kursi namun dalam keadaan terjatuh. Kepalanya berada dibawah sedangkan kakinya menjulang keatas.

DING!

[SELAMAT KEPADA TUAN RUMAH KARENA TELAH MENYELESAIKAN QUEST UTAMA]

[MENYELESAIKAN DIMENSIONAL TRANSMISSION BERMAIN PERAN 4 BAB UTAMA]

[COMPLETE]

[Backsound diputar🎺]

Lalu ada suara meriah seperti gendang dan terompet yang memekakkan telinga. Seperti backsound kemenangan setelah menyelesaikan pertarungan yang cukup panjang. Alvin merasa jika dirinya adalah pahlawan yang telah membantai ratusan musuh didepannya, dan pulang dengan kemenangan di dadanya. Sungguh aneh.

[SEMOGA HARI ANDA MENYENANGKAN SELALU]

Disertai emoji kucing tersenyum dimana kedua pipinya memerah dengan malu. Alvin merasa kata - kata itu seperti menghinanya. Cih, dasar sistem muka tebal yang menyebalkan! ia takkan tertipu lagi! Jangan harap ia akan berbelas kasih dan memberinya baterai baru untuk memperbaiki!

TAK AKAN!

"Tuan" Alvin menoleh, sebuah robot yang hanya setinggi pahanya berjalan kearahnya. Tatapannya datar. Tapi nadanya sangat akrab. "Gail?" Panggilnya.

"Ya, Tuan. Tampaknya kami sudah kembali"

Tiba - tiba saja Alvin merasa jika tubuh robot Gail sangat enak dipandang. Ekspresi datar dengan dua antena dikedua kepalanya, ia lah yang membuat designya, "Tuan, anda tidak merencanakan sesuatu yang jahat kan?" Nada Gail sedikit pelan.

"Ohhh~~~ tentu saja tidak Gail tidak ~~" dengan senyuman lebar.

Gail berpikir mungkin saat kembali sesuatu memukul kepala tuannya membuatnya menjadi setengah gila.

Alvin mengadah, menatap jam holografik kecerdasan buatan yang selalu terpampang di sudut kamarnya "Gail tanggal berapa sekarang?" Alvin merasa jika ia sudah pergi terlalu lama, hingga ia tak bisa menghitung hari. Apakah sudah setahun kemudian? Bagaimana kabar keluarganya? Apakah mereka mencarinya?

"Tuan, ini masih ditanggal dan hari yang sama setelah Anda menelepon ayah anda" tertegun, tampaknya waktu dunia asli tidak terpengaruh sama sekali.

"Dan hanya terlewat 5 menit saja sejak anda memasuki permainan"  Alvin buru - buru bangkit, tak memperdulikan rasa sakit kepalanya yang tiba - tiba datang dan bergegas melihat terminal handphone disamping brangkasnya.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang