Mundur, meninggalkan medan yang mulai tandus ini. Yang tersisa hanyalah para manusia, terkapar lemah tak berisikan nyawa.
Berlindung di balik hutan lebat, bergabung dengan semua sisa pasukan. Lelah memang, setelah berlari mundur ke hutan ini.
Dan dengan sisa dari seluruh pasukanku hanya sedikit. Sedangkan musuh? Dengan pasukannya yang masih berjuta, mulai maju melangkah mendekati kami.
Menyelamatkan diri? Tidak dengan harga diri kami. Walau aku hanya tinggal sebuah parang dan perisai tebal, yang kuambil dari sisa yang telah tiada.
Aku berpaling sebentar, melihat pasukan dengan harap mereka tidak takut. Tapi apa yang kulihat? Pasukanku terlihat seperti seekor singa melihat mangsa, haus akan darah.
Dengan satu kata, "Maju!" Pasukanku bergerak keluar hutan, menuju musuh yang berjumlah 10 kalinya.
Sekarang ini ku persembahkan, jiwa-raga kami. Sebagai perisai dan senjata, hingga kami memenangkan tanah ini.
-PenulisAmatir
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Liar
PoetryHanya sekumpulan sajak yang dapat mewakili semua isi hatiku yang tak dapat aku ungkapkan~ happy reading yaa :) rfrns: sajakliars@gmail.com
