malam ini, aku ingin
berbagi kisah denganmu
tentang rasa sakit
tentang pembalasan
sang kaki kepada pemiliknya
bersamaan dengan sepoi angin
di atas rintik hujan
yang sedang menghampiri bumi
di atas rintik hujan
yang sedang menyelimuti bumi
di atas rintik hujan
yang sedang membasahi bumi
sebasah pipi karena kelakuan air mata yang mendorongku agar bisa melihat dunia luar, dunia kesedihan
tetapi, itu semua salah
nyatanya, ini bukan rintik.
bukankah malam ini hujan
yang sangat deras, sayang?
sederas air hujan
yang membasahi bumi malam ini
dan izinkan aku mengulangi lagi
sederas air mata
yang membasahi pipiku malam ini
lalu kejadian itu dimulai
kejadian yang memulai sebuah cerita, cerita yang dibuat oleh
kaki milik seseorang yang kemudian cerita itu membuat
pemiliknya merasakan kesedihan
ke-se-di-han
bahkan, bukan cuma dia seorang
bukan cuma dia yang diliputi
oleh gelombang kesedihan
tapi juga aku, aku sang penulis
bagaimana tidak?
coba jelaskan padaku!
bagaimana aku tidak merasakan kesedihan, kasih?
melihat seorang yang kau sayang
melihat seorang yang "aku" sayang merasakan sakit
merasakan penyesalan
yang amat mendalam
hey kasih, apakah kau ingat?
sudah banyak kejadian
yang dialami oleh kaki mungil
milikmu itu
robek, berdarah-darah, dingin.
kasian sekali kamu wahai kaki
apakah pemilikmu tidak memperhatikanmu?
wajar saja! pantas saja ia marah!
mungkin kejadian ini
adalah bentuk dari pembalasan sang kaki yang tidak diperhatikan!
tapi, peduli apa seorang itu?
bukankah ia selalu menyepelekan
hal-hal kecil?
yang mungkin hal kecil itu sebesar planet merkurius sekalipun!
dan sekarang, bukan penyesalan yang harus terpikirkan oleh otak nya, tapi pelajaran!
pelajaran bahwa ia harus lebih berhati-hati! bahkan terhadap semut kecil yang sedang berjalan sekali pun!
-shfrd
sedang terluka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Liar
PoetryHanya sekumpulan sajak yang dapat mewakili semua isi hatiku yang tak dapat aku ungkapkan~ happy reading yaa :) rfrns: sajakliars@gmail.com
