_______________________
Di ruang tamu selepas dari kamar mandi
Aku terjangkit sakit
Jatuh pada pelukan kursi
Meriang meredam sakit
Diluar,
Urat leher tukang sayur sedang diuji
Dan tukang ikan tak mau jika jualannya disambar
oleh Margareth,
seekor kucing peranakan budak dari majikan pelit
Ibu mulai datang menghampiriku
Membawa segelas kasih yang hangat
Juga dengan sepiring omelan yang hangat
Pagi itu, dengan kehadiran ibu
Menggigil mulai mengalah
Pelukan kursi juga ikut meranah
"Alhamdulillah Aku telah sembuh",
Dalam Status media sosialku untuk Tuhan
Lekas kaki beranjak pergi
Mengintip Ayah yang tak kunjung bangun dari tidurnya.
Ah payah!
Hari ini Ayah belum bangun juga.
Kulihat suara dari presenter berita
Sedang semangat-semangatnya mencari nafkah
Ah bapak yang ini lagi, bosan kontol
Alih ditangkap om pol
Eh malah, ngompol
Mencari hiburan pada televisi
Kini sangatlah susah
Seperti para petani yang tengah berjuang untuk tanah
Dan perjuangan korporasi untuk merebut tanah.
Iya sangatlah susah!.
Tanpa berdiam lama,
Kubuka kulkas satu pintu
Kutemukan banyak keringat petani
Kuambil satu dari mereka
Lalu segera kututup
Dan sekarang adalah para buruh
Yang berkeringat sedang di hadapanku
Aku mual melihat baunya yang tak karuan
Bau keringat iya, bau gaji tunda iya
Bau gaji yang terpangkas juga iya
Mual aku mual.
Dan akan segera mengeluarkan kawan lama.
Aku berlari mencari lubang tai
Di sana kulihat Para dewan sedang sidang
Sembari memukul gajinya pada meja
Dan mereka sedang menjadi suporter bayaran
Wreeeeekkkk,
Dadah kawan lamaku
Pergilah dari hidupku.
Seperti biasa, di pagi hari
Kuseduh sebuah puisi dan kurangkai segelas petani
Ada banyak hantu yang sedang mencari
Para penulis yang membangun dominasi
Payah!
Selamat pagi!.
Manda'AM
Makassar, 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Liar
PoetryHanya sekumpulan sajak yang dapat mewakili semua isi hatiku yang tak dapat aku ungkapkan~ happy reading yaa :) rfrns: sajakliars@gmail.com
