Maaf diriku tak sesempurna lelaki lain yang bisa mengucap "aku mencintaimu" dengan sempurna, namun percayalah rasaku hanya untukmu dengan segala kekuranganku.
Aku mencintaimu sejak dirimu melihat siapa diriku, bukan kekuranganku. Katamu aku tak perlu merasa malu, karena bagimu aku sempurna. Sehingga dirimu menjadi alasan mengapa diriku tak malu lagi didalam kerumunan banyak orang.
Aku mencintaimu dengan menyelipkan origami-origami kecil berbentuk angsa ataupun hati ditiap lembaran bukumu, atau ditiap sudut kamarmu. Dengan didalamnya terdapat tulisan seberapa besar diriku mencintaimu.
Aku mencintaimu namun maaf aku kurang mampu mengucap secara verbal, kutuliskan segala tentangmu dalam berlembar-lembar puisi yang kutulis tiap malam dibawah temaram. Yang akan kau baca esok paginya, dengan wajahmu terukir senyum bahagia.
Aku mencintaimu ketika menyatu bersama kerumunan melihat band kesukaanmu, aku mencoba bernyanyi, namun setiap orang segera menjauhiku ketika mengetahui aku bisu, tapi tidak denganmu. Kau berkata tak perlu merasa malu sembari menggenggam tanganku dan mengajak berdansa kecil mengikuti iringan lagu.
Aku mencintaimu melewati tatapan mata, dan sandi-sandi yang tak pernah bisa kau mengerti. Percayalah bersama dirimu kugantungkan banyak pengharapan, berharap bersama dirimu aku ditakdirkan.
Aku membenci diriku. Ketika segala rasa mulai menyesak didalam rongga dada, ketika aku ingin mengungkapkan segalanya namun tak pernah bisa. Ingin kukatakan betapa aku mencintai dirimu, dan kenyataannya memang diriku tak mampu.
Aku mencintaimu dalam tatap,
Dengan kata yang tak pernah bica terucap
HaiBilal
Surabaya, September 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Liar
PuisiHanya sekumpulan sajak yang dapat mewakili semua isi hatiku yang tak dapat aku ungkapkan~ happy reading yaa :) rfrns: sajakliars@gmail.com
