Aku diantara

270 1 0
                                        

Sungguh, aku rikuh ketika harus menatap matamu kala berbicara. Di bola matamu seperti bukan aku yang kau tatap, padahal kita berhadapan.

Seperti tidak ada bahan obrolan, lagi dan lagi layar ponsel yang kau pandangi. Hei aku mengajakmu bicara, tapi seperti ada yang kau cari diantara kata.

Aku diam, lamunanku ditelan asap rokok. Gelisahku reda oleh kopi. Dirimu tersenyum, kulihat dirimu. Lagi, aku kalah menarik dari ponselmu.

kau yang bilang, hal sederhana akan menjadi luar biasa jika dilakukan bukan dengan seseorang yang salah. Aku bertanya padamu, katamu aku tidak salah. Hanya saja kamu bilang dirimu yang resah.

Katakan, tak apa jika hal itu harus menjauhkan kedekatan kita. Kau bungkam, munculkan tanya pada kepalaku. Aku harusnya tidak perduli, tapi aku takut jika nanti kamu sedih.

Waktu hampir malam, kau bilang ingin pulang. Aku juga pulang, tapi pertanyaanku masih tertinggal di tempat kau duduk. sengaja tidak aku izinkan bermalam di kepalaku, khawatir aku memikirkanmu.

Aku hampir melupamu, tapi dirimu datang dengan sejuta cerita. Ku dengar dengan seksama. Rasanya, aku sudah menjadi bintang pada malammu.

Tapi aku lupa, bintang tidak cuma satu, bisa saja aku jatuh lalu kamu berharap. Kamu mau bintang baru yang lebih biru.

-Ajhi

Sajak LiarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang