27.5 Special Chapter : Princess and Prince

4.3K 356 26
                                        

Di suatu pagi yang cerah dan indah, dalam sebuah kastil istana yang nampak indah, bunga sakura berguguran. Semua menyambut musim semi dengan suka cita.

"Woah, Nona Muda... Anda sepertinya senang sekali" kata si Pelayan Muda sembari menyisiri rambut panjang Tuan Putri nya. "Tentu saja! Di musim semi yang cerah ini, aku akan menemui Pangeran Kegelapan ku!" jawab nya antusias.

Si Pelayan tertawa canggung. Putri nya ini memang berbeda dan menakjubkan! Dia sangat berani untuk merayu dan terus mendekati pangeran muda, yang notabene selalu disebut Iblis Jahat itu.

"Ah, ayo~ aku harus bergegas!" seru nya tak sabar. Ia langsung beranjak pergi. Meninggalkan sang Pelayan setia yang nampak canggung. Mereka pun segera bergegas pergi menemani Tuan Putri mereka menuju sarang Iblis itu.

Sesampainya di Istana Uchiha...

Suasana dan aura nya nampak gelap. Berbanding terbalik dengan di istana mereka yang selalu terlihat cerah dan ceria. Orang-orang disana terlihat kejam dan menyeramkan. Apalagi dengan tatapan tajam itu.

Tapi, mereka sangat cocok dengan mata tajam itu. Karena rata-rata keturunan Uchiha dianugerahi tampang seindah Dewa dan Dewi. Untuk urusan visual, mereka tak ada tandingan nya! Tak salah jika mereka mendapat julukan 'Keindahan dalam Kedinginan dan Kegelapan' yah, walaupun ada beberapa yang bersikap ramah dan ceria.

"Pangeran Kegelapan ku, selamat pagi!!!"

Para Pelayan meneguk ludah kasar begitu melihat Putri yang kurang ajar dan tidak punya sopan santun itu melompat dan memeluk paksa sosok berpakaian gelap dan menyeramkan itu.

"Kenapa kau kemari?"

Suaranya rendah, dalam dan dingin. Namun, dapat membuat siapapun gemetar ketakutan. Tapi, gadis itu berani melakukan hal seperti itu pada pangeran mereka. "Yah, karena kupikir aku harus selalu mengawasimu." jawab gadis itu seraya tersenyum menawan.

Dengan berani ia menggunakan jari telunjuk nya untuk menyentuh dagu laki-laki itu. Dan karena refleks, laki-laki itu memegangi nya, dengan cara memeluk pinggang ramping gadis itu. Tatapan nya yang malas dan tajam tertuju pada iris emerald gadis itu.

Woaaa

Pemandangan apa ini?! Ini terlalu indah untuk diabaikan!!!

Gadis itu terkejut, namun sesaat kemudian, cahaya kebahagiaan muncul di mata indah nya. "Akh, aku senang kau tidak marah!" seru nya semakin antusias. Dia tanpa malu semakin menjadi kurang ajar.

"Menjauh lah" ucap laki-laki itu seraya mendorong pelan gadis itu agar menjauh. Tapi, gadis itu tetap menempel padanya seperti lem. "Sasuke~ kapan kau akan berkunjung ke istana ku? Sesekali temui aku. Aku ingin menyakinkan orang tua ku sebelum mereka membuat keputusan bodoh dengan menikah kan aku kepada Pangeran lain" rengek nya seperti bocah.

Ketenangan Sasuke pecah ketika mendengar 'menikah kan aku kepada Pangeran lain'. Tatapan tajam dan dingin nya tertuju pada gadis itu.

"Apa?"

Dalam hati, gadis itu berseru bahagia. Akhirnya, dia terpancing juga. Cih, dasar tsundere! Sakura merengek. "Ayolah, aku hanya mau menikah dengan mu~" ucap nya seraya memasang tatapan memelas. Pelayan pribadi sang Tuan Putri hanya dapat menunduk takut.

"Ah, ada Putri Sakura, ya."

Suara dalam yang mengalun lembut mengalihkan perhatian gadis itu. Begitu berbalik, ia melihat sosok tampan yang nampak dewasa dan berwibawa muncul, ditemani seorang yang cantik disamping nya.

"Salam dan hormat untuk Raja dan Ratu." hormat Sakura seraya membungkuk hormat. "Ahaha, santai saja. Kamu datang kemari untuk mengunjungi Sasuke?" tanya Itachi yang merupakan kakak sekaligus Raja itu. "Ya, tentu saja!" jawab Sakura tegas tanpa keraguan atau rasa malu.

WeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang