77. Elegant or Freak?

1.8K 216 26
                                        

Rambut? Check!

Make up? Check!

Aksesoris? Check!

Peralatan? Check!

Setelan? Check!

Sepatu? Check!

Semuanya sudah siap, tinggal bergegas ke ruang konferensi yang tersedia di lantai atas.

Sakura kembali berkaca. Ia memakai setelan kerja. Awalnya, ia ingin memakai pakaian santai, namun jelas Sai terus menyuruhnya berpakaian formal yang feminin!

Sakura kali ini memakai atasan kemeja berwarna navy dengan celana kulot berwarna nude. Rambut nya yang mulai memanjang, disisir dengan sangat rapi. Ia merapikan letak jam tangan kulit nya, setelah itu, memastikan semuanya oke.

Dan ya, ia cukup tersiksa dengan stiletto yang dipakai nya. Walau hak nya rendah, tetap saja. Selama itu ada 'hak' tak ada yang tidak akan sakit!

Drtt Drttt

"Halo?"

"Hoii Jidat! Kau yakin tak akan ikut?! Bagaimana dengan oleh-oleh nya, huh?"

"Aku ada urusan mendadak. Aku sudah menyuruh bawahan Sai untuk membeli nya."

"Haaah kau tak menyenangkan! Yasudah, aku tutup yaa."

"Yaaaa~"

Dan terputus. Sakura hanya bisa menghela napas. Sayang sekali. Tapi, dia bisa apa?

Jadi, dia pun memilih segera bergegas pergi.

Begitu keluar dari kamar nya, ternyata Sai sudah menunggu nya dengan setelan formal yang selalu dipakai nya.

"Apa?" tanya Sakura menyadari tatapan menilai Sai. "Well, kupikir tak terlalu buruk." jawab Sai. Membuahkan pelototan dari Sakura. Namun, gadis itu memilih mengabaikan nya dan segera mengajak Sai pergi.

Karena letak ruangan nya tak terlalu jauh, mereka sampai dengan cepat. Sakura melangkah maju dan mengulurkan tangan halus nya, membuka pintu ruang konferensi itu.

Ruang konferensi yang awalnya ramai karena perbincangan pun mendadak sunyi begitu pintu terbuka dan seseorang melangkah masuk.

"Selamat pagi."

Semua nya terpana akan kehadiran sosok cantik yang tersenyum anggun itu. Iris emerald nya berpendar, melihat wajah-wajah yang hadir. Dan ya, ia melihat klien dan Putra yang diistimewakan itu. Ah, Sakura sudah lupa dengan nama mereka.

Sai sebagai Asisten nya mulai menyiapkan segala hal keperluan konferensi. Mereka duduk berdampingan dan konferensi pun dimulai.

Sementara itu...

Ino dan yang lainnya sangat bersenang-senang. Padahal biasanya jika tidak ada Sakura, akan terasa sepi. Mungkin karena kehadiran Jungryuu dan kawan-kawan nya cukup menghibur.

"Hey, kupikir ini cocok bukan?"

"Wow, makanan nya enak!"

"Ah aku akan merindukan Jeju dan segala destinasi wisata nya."

"Menyenangkan sekali!"

Well, sepertinya mereka benar-benar melupakan Sakura. Namun, berbeda dengan Gaara dan Sasuke. Mereka nampak tidak terlalu antusias.

Pertama, memang ya... mereka tidak pernah antusias.

Kedua, mereka malas dan mereka sama-sama tak terlalu suka keramaian.

Dan ketiga, karena Sakura tak ikut serta! Karena tak ada seorang pun yang berani mengusik mereka! Dan apalagi mereka nampak asyik sendiri!

Yasudah, berakhir seperti ini lah mereka.

WeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang