53. Revealed

2.4K 303 17
                                        

Sakura menutup mata nya. Pastilah sudah, punggung nya akan menjadi korban saat ini. Ia menggigit bibir nya, dan...

Happ

Eh?

Sakura mengernyitkan alis nya karena sesuatu yang sudah diperkiran nya tak terjadi. Ia membuka matanya perlahan dan sosok yang pertama kali dilihat nya adalah...

Sasuke?

Sakura terkejut namun tak dapat dipungkiri, ia senang sekali. Ia tak berani berharap Sasuke akan menangkap nya seperti ini. Ia menatap Sasuke masih dengan menggigit bibir cherry nya.

Itu membuat Sasuke sempat salah fokus.

'Apa dia berniat menggodaku?!'

Bagaimanapun, ia seorang laki-laki yang normal. Jadi, ia berusaha mengendalikan diri nya. Dan tanpa ragu melepaskan tangan nya dari tubuh Sakura.

Untung nya, refleks gadis bersurai soft pink itu sangat bagus. Jadi, ia segera menopang tubuh nya yang akan terjatuh menggunakan tangan kanan nya dan melakukan gerakan memutar. Dan ia pun selamat dan dapat berdiri santai tanpa terluka sedikit pun.

Melihat gerakan luwes dan tak main-main gadis itu, Sasuke menyipitkan mata nya. Gerakan ini... bukan gerakan sembarangan.

"Terimakasih sudah menangkap ku. Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan disini? Apa kau juga telat?? Atau... bolos?" tebak Sakura tak ada henti nya. Membuat Sasuke semakin menatap nya tajam.

Tak mendapat jawaban dari pemuda raven itu, Sakura mengedikan bahu nya dan memilih beranjak dari sana. Namun, baru saja selangkah ia berbalik, Sasuke menarik tangan nya.

"Ah, ada apa?" tanya Sakura terkejut. "Langsung ke inti nya saja. Apa kau yang membobol loker ku?" tanya Sasuke to the point. Sakura tercengang. Dalam situasi seperti ini, ia masih pintar berakting.

"Apa maksudmu?" tanya Sakura polos. Well, akting nya perlu diacungi jempol. Sasuke sendiri berusaha tidak terpengaruh dengan tidak mempercayai ucapan dan tingkah gadis itu.

Bagaimanapun, ia akui Sakura itu pandai dan sangat lihai. Buktinya saja saat dia dan si merah menyebalkan -aka Sasori- berakting seperti sepasang pasangan saja berhasil membuat mereka terjebak dan... dia sempat kesal.

Siapa yang akan tahu kan....

"Siapa yang membobol loker mu?" tanya Sakura balik. "Aku akan membantu mu mencari pelakunya." sambung nya. Ia ingin mempermainkan pemuda raven ini sebentar saja. Kapan lagi ia bisa mempermainkan nya.

"Jangan mengalihkan, Haruno." tahan Sasuke seraya mendorong bahu Sakura sehingga punggung nya membentur dinding benteng. Sakura tak takut sama sekali. Ia malah senang.

Melihat raut serius dan kesal Sasuke, Sakura tak bisa menahan kegelian nya.

"Ahaha, ya... kau menangkap nya!!!"

Sakura tertawa lepas tanpa takut atau apa. Dia malah menggunakan nada bercanda. Namun, ekspresi Sasuke mendingin. "Sudah kuduga itu kamu. Berani nya kau berurusan dengan ku. Kau harus tahu konsekuensi nya." bisik Sasuke dalam dan mengancam.

"Aku menunggu itu!" jawab Sakura tanpa beban. Kira-kira apa Sasuke akan membenci nya?. Sakura sendiri tahu konsekuensi dari setiap perilaku nya. "Kau bukan orang sembarangan. Jadi, ungkapakan, siapa sebenarnya kamu." kata Sasuke tajam.

Sakura mengedipkan mata nya. Apa Sasuke tahu tentang pembunuhan sadis yang ia lakukan malam tadi?

"Kau peracik parfum istimewa di Paris yang disukai calon Kakak Ipar ku. Dan aku mencium wangi Tomato Cherry dari kotak yang kau berikan. Wangi nya sama dengan wangi mu. Dan juga... tadi malam aku mendapat hadiah sampel parfum itu. Dan, kejadian itu bersamaan dengan insiden pembunuhan sadis. Jadi, katakan semuanya"

Sakura menganga pelan. Ia tahu, dengan otak cerdas nya Sasuke, ia dapat mengungkapnya dengan cepat. Namun, Sasuke mau repot-repot berbicara panjang lebar mengenai ini semua? Tak dapat dipercaya!!

"Ya, aku memang yang meracik dua parfum itu. Namun, pembunuhan? Apa kau bercanda?"

Bagaimanapun, identitas nya yang asli itu cukup berbahaya. Ia memang sengaja memberikan sedikit clue pada Sasuke. Tapi, ia tak akan membiarkan nya dapat mengetahui informasi mengenai identitas asli nya.

"Aku ini memang pandai bersembunyi dan melakukan hal-hal rumit. Bukankah kau sendiri sampai kesulitan menemukan ku? Sampai harus aku sendiri yang sengaja mengeskpos nya? Well, aku memang ke rumah mu tadi malam. Tapi... pembunuhan? Aku tak berani melakukan nya" jelas Sakura dengan bohong di akhir.

Sasuke menatap Sakura serius. Mencari-cari kebohongan. Namun, ekspresi Sakura terlihat yakin.

'Cih, dia kan pandai berakting! Jangan terbodohi!'

Sakura sendiri tahu, Sasuke tak akan mempercayai nya dengan mudah. Jadi, ia memilih diam saja. Menunggu apa yang akan dikatakan si Uchiha ini.

"Aku tahu kau tak percaya padaku. Tapi terserah, aku sudah mengatakan semuanya" sambung Sakura. "Jadi, apa yang akan kau lakukan padaku? Uchiha Sasuke, apa kau melupakan aku? Aku Haruno Sakura, gadis kecil yang sudah menyukai mu sejak dulu." aku Sakura tiba-tiba.

Ia sudah tak sabar ingin mengungkapkan perasaan nya ini sejak lama. Ia sudah tak tahan lagi.

Sasuke terkejut. Namun, ada rasa penasaran. Apa dia pernah mengenal Sakura? Tapi dimana? Dan kapan?

Sakura menghela napas.

"Aha, kau memang melupakan aku ya. Sayang sekali."

🌸🌸

Entah ada apa dengan chapter ini?

Maaf kalo terungkap nya si pembobol loker Sasuke gak seru...

Soalnya cuma ada ini di pikiran saia

Semoga kalian suka...

Arigatou

.
.
.

Selasa, 16 Juni 2020

WeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang