30. Disgusting

3.6K 371 20
                                        

Sakura membuka pintu balkon perlahan. Ia hanya bisa membuka nya sekitar 6 cm. Susah sekali!!.

Ia takut ketahuan saja. Apalagi orang yang duduk di dekat balkon itu si remaja berambut merah itu. Ah, sungguh ini misi yang cukup sulit.

Sakura menyiapkan alat perekam dan melempar alat pelacak berukuran sangat kecil ke pakaian si remaja berambut merah dan pria yang tadi dia goda.

Dan berhasil menempel!!

Sakura menunggu-nunggu dengan sabar.

Hingga saat rapat dimulai.

"Perwakilan dari The Demon, aku ingin menanyakan keberadaan Ketua kelompok mu."

'Uwow apa hubungan nya dia dengan si Ketua The Demon?'

Sakura berusaha tetap fokus. Pertanyaan si remaja berambut merah itu cukup membuat konsentrasi nya buyar.

"Maaf, Tuan Muda. Ketua tidak suka ada orang yang mengetahuinya." jawab pria yang sempat digoda nya, tenang. "Jika begitu, aku tidak akan menyetujui kerja sama ini." jawab remaja berambut merah itu tegas.

"Anda begitu keras kepala, Tuan Muda Sabaku. Baiklah, jika kau tidak menyetujui nya, tak apa. Sayang sekali, padahal keuntungan nya sangat besar." jawab pria itu santai namun seolah menggoda nya dengan iming-iming keuntungan.

Remaja itu masih tetap tenang.

"Baiklah, apa yang lain nya akan setuju untuk bekerja sama? Tenang saja, tidak akan ada resiko sama sekali. Kami sangat berhati-hati."

'Cih, lihat saja. Akan kubuat organisasi mu kacau dalam semalam.'

Sakura mengerutkan alis nya tak suka. Tapi, saat ini bukan saat nya untuk merasa kesal, ia harus segera menyelesaikan misi ini secepat mungkin.

Selain karena ia ingin menikmati liburan nya, dia juga harus segera pergi ke Florida.

Agar semua sahabat nya tidak curiga.

🌸🌸

Selama rapat berlangsung, dia mendapat banyak informasi yang sangat lengkap.

Mulai dari bahasan kerja sama, tempat yang akan dijadikan proyek ilegal itu, tentang proyek dan target proyek ilegal itu.

Ia tidak percaya akan semudah ini.

Tapi Sakura terlalu merasa lega di awal. Buktinya saja, begitu ia selesai mengorek informasi dan kembali bergabung dengan para perempuan panggilan itu, ia akan bergegas segera kabur dari sana. Tapi, si remaja berambut merah yang dia hindari, secara mengejutkan, menahan nya.

"Apa kau mengawasi kami?"

Sakura mengerjapkan matanya beberapa kali. Tanpa disadari, jantung nya berdegup kencang.

Bukan karena gugup atau jatuh cinta. Tapi, lebih ke rasa takut. Yah, walau Sasuke lebih menakutkan sih.

"Maksudmu?" tanya Sakura pura-pura tidak tahu. Ia bersikap sebiasa mungkin. Ayolah, dia kan Ratu nya dalam bersandiwara dan memanipulasi.

"Jadi, kau hanya pelacur yang di sewa??"

Sakura ingin sekali meninju wajah remaja itu yang menampilkan ejekan di matanya. Kata-kata nya pun merendahkan nya.

Tapi, Sakura hanya diam dengan tatapan mata menatap nya tajam.

"Jika kau memang bukan musuh, kemari dan layani aku."

'Eh?! Apa-apaan bajingan ini?!!"

Sakura memberontak begitu tangan nya ditarik paksa remaja itu. Sial sekali!!!

Para anak buah nya pun berseru terkejut dan ingin menolong nya. Tapi, Sakura menghentikan mereka. Ia akan menangani si sialan ini sendirian.

Karena Sakura tak ingin membuat keributan. Karena ia akan dicurigai, jadi begitu dia dan si remaja sialan ini menuju lorong yang sepi, Sakura tanpa ragu menyerang nya.

"Katakan, siapa kamu?" tanya remaja itu dingin. Menatap Sakura tajam. "Bukankah sebelum nya kau mengatakan bahwa aku ini pelacur?" jawab Sakura menggoda.

"Hanya saja kau terlalu menjijikkan. Jadi, aku tidak sudi melayani mu."

🌸🌸

Ada apakah antara Sakura dan 'dia'

Btw kalian pasti udah nebak yaa siapa si 'dia' ituuuu

Well, itu akan diungkap entah di chapter berapa dehh haduuh...

Keep support yaaa

Arigatou

.
.
.

Selasa, 24 Maret 2020

WeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang