Disinilah, Sakura...
"Sudah, Panda-chan. Tahan emosi mu." kata Sakura seraya mengusap lembut surai merah pemuda itu. "Tapi, dia melecehkan mu." jawab Gaara dingin. Senyum Sakura manis, namun ada sentuhan kekejaman disana.
"Tapi, katanya itu hanya ketidaksengajaan. Well, mungkin perlu beberapa pelajaran." kekeh nya. Gaara diam sebelum mengangguk setuju. Ia tahu bahwa 'beberapa' itu tidak akan mudah. "Baiklah, jika kau membutuhkan senjata orang lain untuk membunuh, kau bisa memintaku." kata Gaara sembari beranjak berdiri.
"Tentu, terimakasih Panda-chan." tawa Sakura. Gaara tersenyum senang sebelum berbalik pergi, meninggalkan Sakura sendirian. Sakura sendiri menghela napas dan melihat tangan nya kini sudah dibalut. Itu sudah diobati.
Namun, ia tanpa sadar mengusap leher nya dan bergidik. Sial sekali dia. Dia tidak menyangka orang seanggun itu bisa menjadi brengsek. Tapi, jika Sasuke yang melakukan nya, ia akan dengan senang hati menyambutnya.
"Astaga, dasar! Kenapa kau membayangkan itu?!" gumam nya sembari mengumpati dirinya sendiri. "Ah, aku harus segera bersiap. Saatnya pulang!" serunya segera bergegas memasuki kamar miliknya.
Ia segera mengganti pakaian nya. Karena ia malas, ia memilih memakai kemeja berwarna putih dengan hotpants denim super pendek. Yang membuatnya seolah tak memakai celana. Ia pun tak perlu membawa apapun, kecuali beberapa alat elektronik yang memang diperlukan.
Pakaian dan segalanya, orang suruhan Sai akan mengurusnya.
Sebelum turun ia berniat menemui Sasuke. Siapa tahu, pemuda itu masih ada disana.
"La~lalala!!!"
Ia masih bisa seriang ini. Padahal sebelumnya ia nampak kesetanan. Langkah kaki nya riang dan begitu sampai di depan pintu kamar Sasuke, ia mengetuknya dan sengaja tidak menggunakan intercom.
"Sa... Su... Ke... kun~" ia sengaja memanggilnya seperti itu. Daaaaaan... Sakura yang awalnya tidak berpikir Sasuke sudah turun ataupun tidak akan membukakan pintu nya, ternyata segera membuka pintu kamar nya.
Sakura berdiri terpaku dan meneguk ludah melihat Sasuke yang sedang toples. Sepertinya, ia baru selesai mandi. Dilihat dari butiran air yang mengalir di rambut nya. Handuk nya dipengangi dan dia memakai celana pendek jeans berwarna hitam. Matanya melotot melihat eight pack milik pemuda itu. Tangan nya terasa gatal ingin menyentuh perut ituuuu!!! Oh, astaga!!!
Sasuke menyipitkan matanya melihat gadis itu yang terpaku memandangi tubuh nya dengan pandangan... cabul?
"Apa yang kau lihat?" tanya nya dingin. "Uh... aku... aku... indah nyaaa!" jawab Sakura tak jelas. Tak sadar dengan ekspresi gelap Sasuke. Sasuke sendiri sedang kesal. Mengingat cerita Sakura yang dilecehkan pemuda sialan entah siapa dan ia tak sengaja sempat memergoki Sakura dan Gaara berduaan. Mereka nampak dekat sekali!!
Srattt
Brakkk
"Huh?!"
Sakura berseru terkejut saat Sasuke menarik tangan nya masuk dan menutup pintu kamar nya kasar. Sakura terbengong melihat bagaimana menyeramkan nya tatapan Sasuke. Namun, apa Sakura takut? Tidak! Karena tatapan nya terus terfokus pada tubuh indah pemuda itu!
Pemuda itu melangkah mendekat. Setiap langkah nya begitu berat dan lebar.
"E-eh... ada apa?" tanya Sakura gugup. Kemana semua ketidaktahu maluan nya, ehm maksudnya, keberanian nya yang sebelumnya? Sakura refleks memundurkan langkah nya hingga terhenti karena dibelakang nya ada ranjang berukuran king size.
'Huwaaaa apa iniii?!'
Sakura jelas gugup. Namun, ia mempersiapkan dirinya jika Sasuke akan....
KAMU SEDANG MEMBACA
We
FanfictionKisah tentang Sakura Haruno yang memiliki banyak rahasia, yang ternyata jatuh cinta pada si bungsu Uchiha itu. "Aku menunggu mu menemukan ku. Ah, aku tidak suka berpura-pura. Tapi mau bagaimana lagi??" -Haruno Sakura Dan Sasuke Uchiha... Dia hanyala...
