28 - Veintiocho

14.2K 1K 25
                                        

"Sir, saya mendapat pemberitahuan mengenai Bapak Johannes yang ingin menemui Anda sekarang."

Darek menatap atasannya yang tidak beranjak dari tumpukan dokumen yang sedang ditinjau, bahkan setelah mendengar pemberitahuan darinya. "Saya sudah memberitahunya tentang agenda Anda yang padat hari ini, tetapi beliau bersikeras untuk bertemu Anda. Beliau sudah ada di bawah."

"Biarkan saja, Darek."

"Ya?"

"Biarkan saja dia datang."

"Baik, Sir."

Sepuluh menit kemudian, ketukan dari arah pintu membuat Saka menghentikan bacaannya. Pintu kayu itu dibuka oleh Darek dan pria bertubuh tambun mengikutinya dari belakang bersama seorang wanita yang terlihat seperti asistennya. Saka berdiri dari kursi dan melepaskan kacamatanya, ia kemudian mengulurkan tangannya untuk menjabat pria itu.

"Selamat pagi, Bapak Askari."

Saka tersenyum membalasnya, "Selamat pagi, Bapak Johan."

Alexandre Johannes yang merupakan salah satu dewan komisaris Chata Corporation duduk di sofa hitam yang ada di ruangan itu. Biasanya, hari Rabu akan ia habiskan untuk bermain golf- itu sudah menjadi rutinitasnya sejak dulu. Namun saat kemarin ia mendapatkan surat resmi dari Chief Executive Officer Chata Corporation mengenai pembatalan rapat evaluasi kinerja, datang ke kantor ini dan menemui Askari Tanuwidjaja menjadi prioritas agendanya.

"Alasan saya datang adalah ingin menanyakan perihal penolakan rapat dewan komisaris yang seharusnya diadakan, Askari." Johannes segera mengutarakan alasan kedatangannya, ia memberi tanda ke asisten wanitanya untuk memberikan sebuah amplop coklat.

Saka melipat kedua tangannya. Ia hanya melirik sejenak amplop coklat yang diletakkan ke atas meja oleh Johannes. Kemarin ia mengirimkan surat itu kepada sepuluh dewan komisaris – termasuk Phillip Tanuwidjaja dan Cassandra Tanuwidjaja – mengenai pembatalan rapat evaluasi yang diajukan oleh dewan komisaris. "Saya menjelaskannya dengan sangat jelas di suratnya– it's wasting my time as a chief officer in here. Daripada saya mengurus rapat itu, akan lebih baik jika saya melanjutkan jadwal saya yang padat – meninjau tambang di Victoria."

"Skandal Anda dengan Nadine Faye membuat rumor dimana – mana dan berimbas kepada harga saham yang turun."

Saka menghembuskan napas pelan. Alexander Johanes merupakan salah satu pemegang saham terbesar keenam, ambisius dan selalu mempunyai rencana tidak terduga. "Harga saham yang turun selama satu minggu tidak harus membuat dewan komisaris memecat saya, Bapak Johannes. Perusahaan tidak rugi – we know about that. Saya telah memperbarui strategi perusahaan sejak dua tahun yang lalu dan dibandingkan dengan apa yang terjadi selama satu minggu itu, perusahaan ini tetap membukukan pendapatan yang naik secara signifikan karena tahun ini banyak proyek yang berhasil melampaui target dan menjadikan laba perusahaan bertambah."

"Stigma publik sangat diperhitungkan karena mantan tunangan Anda yang begitu terkenal. Ditambah dengan sorotan kepada Anda - "

"Sorotan karena hutan energi pertama yang berhasil dilakukan oleh perusahaan ini atau sorotan positif lainnya yang perlu saya jabarkan didepan Anda?" potong Saka, ia menatap tajam mata Johannes.

" ... "

"Anda tetap akan bersikeras untuk menurunkan saya dari jabatan Chief Executive Officer tanpa melihat kinerja lainnya?"

"Saya datang dengan bukti yang saya kumpulkan sendiri, Askari."

Saka mengangguk paham, ia kemudian menunjuk Darek Iram yang juga duduk di sofa. "Kalau begitu sekretaris saya – Darek Iram mungkin bisa menunjukkan beberapa hal ke Anda. Sekretaris saya sangat hebat ketika melakukan presentasi, saya harap Anda bisa mengerti penjelasan ini, Bapak Johannes."

RécrireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang