93 - Noventa Y Tres

10.8K 780 93
                                        

Mobil yang ditumpangi Askari Tanuwidjaja tiba di tempat yang ditujunya dan iapun turun tanpa menunggu sekretarisnya membuka pintu mobil untuknya, "Tunggu di ruang tamu saja, Darek."

Darek mengangguk dan tetap berjalan di samping Saka. "Baik, Sir."

Saka kemudian masuk ke rumah Iliona yang tampak ramai oleh orang-orang yang sedang mempersiapkan sesuatu, besok malam akan ada pertemuan keluarga dan ia yakin keluarga besar Tjahjadi akan datang. Semuanya. Ia juga mendapat undangan dari Iliona, itulah yang menjadi alasannya datang hari ini.

Saka berjalan melewati ruang keluarga yang begitu besar karena salah seorang pelayan di rumah ini baru memberitahunya kalau Iliona sedang ada di ruang perpustakaan. Ia harus menggunakan lift agar langsung tersambung dengan perpustakaan tanpa harus melewati pintu masuknya. Iliona Charlaine S. Tjahjadi memiliki perpustakaan yang besar, ia mengoleksi begitu banyak buku yang dikumpulkan sedari kecil, atau saat ia berpergian antar negara, atau ketika seseorang menghadiahkan buku kepadanya karena semua orang tahu bahwa ia suka membaca. Interior ruang perpustakaan di rumahnya terinspirasi dari gaya abad pertengahan Austrian National Library yang berada di Horfbug Palace, Vienna, Austria. Iliona membawa versi kecil dari "Allegory of War and Law" yang terlukis di langit-langit balai negara, the heart of the Austrian National Library, menjadi lukisan dengan panjang lima meter dan dipasang di dinding area baca, menjadi salah satu dari lima belas lukisan yang berada disana.

Saka keluar dari lift dan segera menuju sofa dimana Iliona biasanya berada di sana, ia mengetuk pelan panel pintu berukir sebelum menyapa neneknya, "Selamat pagi, Grams."

Iliona yang sedang membaca buku kemudian mendongakkan kepalanya, "Saka?"

"Maaf menganggu, Grams."

Iliona meletakkan bukunya tanpa melepaskan kacamata bacanya, "Kenapa kamu tidak memberitahu Grams dulu kalau mau kesini?"

Saka mendekat kearah Iliona dan duduk disofa sehingga ia dan Iliona berhadapan. "Aku datang pagi ini karena tidak bisa datang ke acara besok. Maaf Grams."

"Dan kenapa?" Iliona menaikkan sebelah alisnya karena sejak dulu seberapa sibuk pria yang sedang duduk didepannya ini, ia tetap akan datang ke acara yang ia adakan. "Tiba-tiba sekali? Besok Megan akan mengumumkan kehamilannya, kenapa kamu tidak bisa datang?"

" .... "

"Well, aku akan bercerai dengan Marvella, Grams. Bukannya lebih baik kalau kami tidak bertemu – dia pasti tidak ingin bertemu dengan aku, kan?"

Tidak ada yang bersuara dari mereka dan Iliona kemudian melepaskan kacamata bacanya sembari menyembunyikan keterkejutannya. "Tell Grams everything, Saka. So what have you done?"

Saka yang hari itu masih memakai setelan kerjanya kemudian menghela napas, "Aku mengabulkan permintaannya, Grams. Didalam pernikahan ini aku sadar kalau dia tidak pernah meminta suatu hal seperti aku yang terus meminta darinya, so I want her to be happy, dengan membiarkannya menggugat cerai aku. Our marriage is over."

"Are you two in a contract?" tanya Iliona kepada Saka walaupun ia sudah mengetahui jawabannya.

"So pathetic," ucap Iliona begitu saja saat Saka mengangguk seperti orang bodoh. "Kenapa kalian berdua sangat rumit? Just say I love you to each other, very simple."

"I did it, Grams."

"Dan?"

"Mungkin memang aku yang menyakitinya," jawab Saka sambil memandang jauh lukisan kesukaan Iliona, Allegory of War and Law.

RécrireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang