53 - Cincuenta Y Tres

10K 738 8
                                        

"Selamat pagi, Ma'am."

Marvella mematikan mesin mobilnya dan melepas seatbelt setelah ia mengaktifkan Airpod dan memasang ke telinganya sendiri. "Selamat pagi, Darek. Kamu sudah ada di kantor?"

"Ya, Ma'am."

Marvella menghembuskan napas lega saat mendengar jawaban Darek. "Bisa kebawah seperti biasa Darek? Saya sudah membawakan makanannya."

Darek yang sedang duduk di mejanya sejak ia datang ke kantor satu jam yang lalu kemudian berdiri dan melangkah ke lift. Askari Tanuwidjaja sudah berada di ruangannya sendiri sejak jam tujuh tadi dan sama seperti hari-hari sebelumnya, ia bisa membiarkan Michel untuk menunggu sendirian di meja sekretaris. "Baik, Ma'am."

"Terima kasih, Darek." Marvella mematikan panggilan itu dan duduk terdiam di kursi pengemudi. Ia menunggu Darek di parkiran lantai lima gedung Chata Capital Corporation dan biasanya Darek akan membutuhkan waktu selama sepuluh menit untuk turun ke lantai yang dimaksud Marvella. Tidak susah untuk menemukan mobilnya – Darek bahkan sudah hapal plat dan jenis mobil yang dikendarai Marvella Tanuwidjaja, dan juga sejak satu minggu yang lalu Marvella selalu memarkirkan mobilnya di area dekat lift selatan gedung agar Darek mudah menemukan mobilnya.

Satu minggu berlalu sejak malam dimana ia meminta Saka untuk menemaninya dan sejak pertengkaran mereka di pagi hari itu – ia dan Saka tidak pernah bertemu walaupun berada di rumah yang sama. Marvella bahkan masih ingat rekor terlama pembicaraan mereka satu minggu ini – ia dan Saka berbicara selama tiga menit karena selalu saja saat Marvella turun dari kamarnya Saka akan berangkat saat itu juga, dan segigih apapun Marvella meminta waktunya untuk berbicara tidak lebih dari lima menit – pria itu akan menolaknya.

"Darek sudah mencarikanku ahli gizi untuk mengurus makananku, Marvella. Kamu tidak perlu bertanya tentang apa yang aku makan – because I don't need it, you better take care of yourself sebelum kamu masuk rumah sakit lagi untuk kedua kalinya dalam sebulan ini."

"Latisha bilang ke aku kalau kamu menolak tawarannya untuk sarapan lebih pagi dan menyiapkan bekal untuk kamu."

"Marvella, here I'm talking as your brother – biarkan aku sendiri yang menentukan dan mengurusnya." Hanya menghabiskan tiga menit untuk pembicaraan mereka ini dan Saka sudah pergi ke kantornya, lebih awal.

Ketukan di jendela membuat Marvella sedikit terkejut dan karena keterkejutannya itulah ia membuka pintu mobilnya dengan terburu-buru sambil membawa tas yang akan diberikannya kepada Darek.

"Maaf kalau saya membuat Anda terkejut, Ma'am."

Marvella menggeleng dan menyerahkan sebuah tas. "Terima kasih, Darek."

"Sama-sama, Ma'am. Boleh saya kembali naik?" Marvella mengangguk dengan cepat dan membiarkan pria itu pergi meninggalkannya sendirian.

Dua jam kemudian saat Marvella sudah duduk di kursinya dan menunggu laporannya, ia mengirim pesan untuk Darek.

Marvella Tanuwidjaja : Sudah habis Darek?

Darek Iram : Sudah Ma'am.

Marvella Tanuwidjaja : Jangan lupa berikan kotaknya kepada Latisha nanti, terima kasih Darek.

Darek Iram : Sama-sama Ma'am.

Marvella mengetahuinya dari Darek sendiri - Darek tidak mencari ahli gizi yang dimaksud karena Saka tidak pernah memintanya dan itu membuat Marvella memutuskan mengirim sarapan setiap pagi. Selama lima hari terakhir ia berangkat lebih pagi untuk memberikan kotak makan Saka melalui Darek – setidaknya ia ingin memastikan Saka benar-benar sarapan.

RécrireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang