35.

8.4K 215 0
                                        


Chapter 35
-35- Mual mual

°°

Tak terasa, waktu bergulir begitu cepat, 3 hari setelahnya Zahra kembali mual mual

Malam hari ketika Mereka berdua tengah tertidur pulas, Zahra bangkit dari tidur nya dan berlari ke arah kamar mandi

Radi yang merasakan ranjang nya bergoyang kencang, ia pun mengerjapkan matanya dan terbangun, setelah melihat ke sampingnya, ia tak menemukan Zahra

Ia merasa ada yang aneh,
Radi pun mencari keberadaan Zahra kali ini, ia membututi istrinya ke kamar mandi, Radi juga berharap kali ini Zahra tidak kenapa napa

Sementara itu Zahra,
sudah berada di dalam kamar mandi, mual-mual nya terasa tak bisa dihindarkan lagi, terdengar juga tangisan dari Zahra di dalam kamar mandi, Ia seperti sudah tidak kuat menahannya lagi

Radi hanya terdiam berdiri menatap pintu luar kamar mandi yang sudah terkunci dari dalam, ia berpikir Andaikan Ia tidak membuat Zahra hamil, Zahra sama sekali tidak akan merasakan hal ini

Ia termenung di depan pintu kamar mandi, tatapan Radi kosong kali ini, namun ia segera tersadarkan

Ketika Radi ingin mengetuk pintunya, tiba-tiba Zahra sudah terlebih dahulu membukanya

CEKLIK!
Zahra Terkejut,
ia membelalakkan kedua matanya ketika Radi sudah berada di depan nya

Apa Radi mendengar tangisannya ?

Itulah yang ada dipikiran Zahra saat ini

Zahra meneguk salivanya,
Ia takut menatap Radi kali ini, ia bingung harus mengatakan apa

Radi, pria itu berdiri dengan tatapan dinginnya ke arah Zahra, lagi untuk kedua kali nya Zahra kembali meneguk salivanya
"Ehm, R'Radi?"
"R'Radi k'kenapa ada disini, s'sudah dari tadi ya?" Tanya Zahra dengan terbata bata kepada Radi yang tengah menatap nya dengan tatapan dingin

Terlihat wajah pucat Zahra dan matanya terlihat sayu ke arah Radi

Tangan Radi bergerak, mengusap-usap pipi Zahra,
"Ara yang kenapa?"
"Ara-- gabisa tidur ya?" Tanya Radi balik, kali ini ia bertanya dengan wajah yang cemas, menghawatirkan keadaan Zahra

Zahra Meneguk salivanya,
Ia takut mengatakan nya, ia takut menjawabnya, ia takut Radi kepikiran,
"Em, b'bisa kok Rad, R'Radi jangan khawatir" balas Zahra, ia sedikit tersenyum

Radi yang melihat kantung mata milik Zahra tampak terlihat sangat jelas, Membuatnya semakin jelas, kalau istrinya tengah membohongi dirinya

"Ara"

"I'iya, Radi?"

"Kamu menjawab pertanyaan ku kaya ragu begitu, Siapa yang mengajari Ara bohong seperti itu?" tambah Radi pada Zahra

Zahra tak kembali memfokuskan tatapan matanya kearah Radi, ia lebih memilih menunduk. Ia jelas sangat takut, ketika Radi menatap nya seperti waktu itu

Semakin memastikan Zahra berbohong dan menyembunyikan sesuatu kepada Radi
"Ara?"
"Jawab pertanyaanku" pinta Radi lagi kepada Zahra dengan suara Beratnya

Zahra mengangguk pelan 2 kali,

"I'iya Rad, s'sudah dari kemarin2 Ara- ga bisa tidur, m'maaf udah bohong sama Radi" balas Zahra kepada Zahra

Bibirnya seperti menggigil, ia sangat takut, dalam keadaan seperti ini Zahra tidak bisa berbuat apa-apa, ia pasrah apa yang akan Radi lakukan kali ini, ia pasrah dengan tadi yanga seperti akan marah besar kepada Zahra akibat Zahra sudah membohongi Radi

"Sudah berapa kali Ara ke kamar mandi dan mual mual seperti ini tanpa sepengetahuanku?" Tanya Radi lagi yang semakin penasaran

Zahra menggeleng pelan
"Ara- gatau Rad, s'sebelum Radi pulang kerja tadi Ara udah beberapa kali seperti ini" balas Zahra

"Apa Ara selalu menahannya waktu aku pulang?" Tanya Radi pada Zahra

Zahra meneguk salivanya,
Zahra kembali mengangguk

Disaat itu juga, tiba-tiba Zahra kembali merasakan ingin mual mual lagi untuk kesekian kalinya

Ia segera masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengunci pintu nya

Radi yang melihat hal itu pun juga iku masuk ke dalam kamar mandi mengikuti Zahra

Ia memijat pelan leher belakang Zahra, supaya Zahra bisa merasakan lega kembali

Dan tak ada yang keluar dari dalam mulut istrinya

Di rasa sudah mendingan, Radi kembali menatap Zahra

"A'Ara"
"Apa selalu seperti ini, Ara mual mual tapi nggak ada yang keluar dari mulut Ara?" Tanya Radi kepada Zahra

Zahra kembali mengangguk

Radi menghela nafas
"Kita periksa dokter ya sayang?" Pinta Radi kepada Zahra

"Tapi Rad-"

"Sudah, turuti ucapan aku Ara"
"Kalo Ara nggak bisa tidur kayak gini lagi, Aku malah kasian lihat Ara kayak gini, Aku ga bisa biarin, Aku harus bisa jaga Ara" balas Radi menyela ucapan Zahra

"Mau ya sayang?" Pinta Radi lagi dengan lembut nya

Zahra hanya mengangguk

Tiba2,
Zahra memeluk Radi

"R'Radi"
"Maafin Ara yang suka bohong ini"
"Ara janji ga'akan bohong lagi sama Radi" ucap Zahra pada Radi

Radi mengangguk
"Iya"
"Kali ini Aku maafin, jangan diulangi lagi ya, Kalau Ara benar benar ngga kuat, Ara bilang saja sama Aku, Aku bisa bawa Ara ke dokter" pinta Radi

"Aku akan benar2 marah kalo Ara nggak bilang sama Aku" tambah Radi

Zahra kembali memeluk erat Radi
"Iya Radi"

Tak lama dari itu, Zahra sudah memejamkan matanya dan tertidur di dekapan Radi, Zahra benar benar merasa nyaman berada disitu

Radi segera menggendongnya ke kamar, dan merebahkan badan Zahra di atas Ranjang

Setelah itu,
Ia menyela Rambut Zahra pelan, supaya Zahra tak terbangun

"Wajah Ara pucat banget"
"Kenapa Ara bisa seperti ini?"

Radi menatap Zahra
"Zahra"
"Maafin Aku, kalo Kata2ku tadi terlalu keras buat kamu"
"Aku hanya ingin kamu nurut sama aku, bukan maksud Aku berlaku kasar sama Zahra"
"Aku cinta sama Zahra, Aku sayang sama Zahra, Aku nggak mau Zahra kenapa2" ucap Radi pada Zahra

===[ NEXT ]===

TBCTENANG MASIH LANJUT KOK🤔🤔😂😂😂BACA TERUS YA👍🙏

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

TBC
TENANG MASIH LANJUT KOK🤔🤔😂😂😂
BACA TERUS YA👍🙏

Suamiku Adalah Adik KelaskuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang