-42-
KHAWATIR
07:45
Radi sudah berada di dalam caffe, ia sedang menunggu pemanggang roti selesai memanggang roti pesanan pelanggan, ia mengambil sebuah piring
Selesai memanggang ia meletakan roti tersebut dia atas piring yang sudah ia sediakan, Baluran coklat dan juga taburan meses di atasnya menambahkan kesan gurih dan juga manis
Namun ia seperti nampak tak fokus, hal itu membuat bang Gery, senior nya menghampiri Radi
"Bengong Mulu Rad? ada apa, cerita Ama gue sini, siapa tau gue bisa bantu, minimal gue bisa ngasih saran sih" ucap bang Gerry pada Radi, ia berharap tadi terbuka dan kembali fokus akan pekerjaan nya
Di sisi lain, Radi agak ragu untuk menceritakan hal ini kepada Bang Gery, pasalnya bang Gery sama sekali belum menikah dan belum mengetahui sama sekali dunia pernikahan
Namun di sisi lain ia juga berpikir, tidak ada salahnya ia menceritakan hal itu kepada bang Gery, siapa tau bang Gery punya pendapat lain
"Em, Gini bang"
"Bini gue---"
"Ngapa bini lu?? Jangan jangan lu mau cerain dia ya, jangan Rad kasiann" ucap bang Gerry tiba2
Radi menggeleng cepat
"Astaghfirullah bang, b'bukan bang, bukan, gue masih sayang sama dia, bukan itu masalahnya" ucap Radi
"Lha trus apa?? Sini coba ngomong baik baik Ama gue, siapa tau gue bisa ngasih lu saran Rad" ucap bang Gerry
Radi menghela nafas,
"Ini juga mau cerita bang"
"Abang keduluan nanya yang engg engga, gue kan jadi panik" jelas Radi pada bang Gery
"Eh, hehe"
"Sory Rad"
"Yaudah, cerita in lah" pinta Bang Gery setelah terkekeh kecil
"Gue tuh kasian lihat bini gue, dia tiap malem sampe bela belain gak tidur biar bisa nenangin anak gue yang nangis sepanjang malam"
"Sementara gue-- malah sekarang kayak kurang perhatian sama dia gara-gara tiap pulang kerja langsung tidur" Jelas Radi pada Bang Gery
"Menurut bang Gerry nih"
"Gue harus apa, biar gue bisa lebih perhatian lagi sama bini gue lagi, butuh saran juga" tanya Radi pada bang Gerry
Bang Gerry seperti berpikir,
"Apa ya?? Hmm?? Gini aja, habis kerja, selelah apapun pun elu, jangan tidur duluan, lu pantengin bini lu, pokoknya lu harus bisa bantuin bini lu, setidaknya dia gak tidur sampai tengah malam"
"Apapun caranya, ajak dia ngobrol santai, biar dia rileks, dan juga lu harus ngomong yang manis manis, jangan pakai nada tinggi, entar kasian bini lu" pinta bang Gerry lagi
Radi Mengangguk mengerti
"Gitu ya bang, okeh bang, gue ngerti sekarang, intinya gue jangan langsung tidur, selelah apapun gue"
"Saran bang Gerry, selalu manjur, top deh" ucap Radi sembari memberikan jempol tangannya ke raja bang Gerry
••
20:45
Setelah bekerja seharian, Radi pun kembali ke rumah,
Tok tok tok !!
"Assalamualaikum"
"Zahra?"
"Mas pulang" Ucap Radi di pintu depan rumah nya
CEKLIK!!
Tak lama zahra pun segera membuka pintu depan
Zahra tersenyum,
"Waalaikumsalam mas"
Langsung saja Zahra mencium tangan Radi
"Apa Zahira-- sudah tidur?" Tanya Radi pada Zahra
Zahra Mengangguk, dengan sedikit senyum,
"Iya mas, tumben juga seharian ini Zahira nggak nangis" balas Zahra
KAMU SEDANG MEMBACA
Suamiku Adalah Adik Kelasku
Terror" ADA BEBERAPA CHAPTER YANG MENGANDUNG KONTEN DEWASA 18+ 21+ , DAN KATA-KATA TOXIC (KASAR) , HARAP BIJAK DALAM MEMBACA😉 " seorang anak beranama Raditya Khazari sebagai adik kelas 11 yang ditunjuk Pak Yanto (Guru B.Indonesia) untuk mengik...
