Siapkan tisu untuk membaca part ini🤧 Sedikit curhat part ini sudah ditulis di draft sebelah cuma Author pindahkan kemari supaya apa supaya lebih singkat ceritanya😎//Plaak//sekian.
Blaze : bentar lagi buka sesi curhat bareng Halilintar karena anak emas. Author : boleh juga ide lu Blaze Solar : dodol lu Blaze😑 Blaze : gue cuma bercanda😭 Duri : Duri suka dodol rasanya manis Halilintar : udah deh Dur otak dibawah rata² jangan ikut nimbrung Gempa : KALIAN BISA DIAM GAK Ice : terdiam dengan tidak estetis.
Story Of Halilintar
"Ye kita menang lagi",Blaze*bersorak*.
"Aliansi tapops kok dilawan",Sai.
~Bruuk~
"HALILINTAR"
******
Semua menatap ke arah Halilintar yang menatap mereka dengan tersenyum.
"Kalian kenapa sih yang sakit kan aku bukan kalian", Halilintar*tersenyum berusaha mengubah suasana*.
"Tapi hidupmu tidak akan lama lagi",Yaya.
"Mau bagaimana lagi namanya juga hidup", Halilintar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seusai itu senja jadi sendu Awan pun mengabu Kepergianmu menyisakan duka dalam hidupku.
"Udah kamu istirahat aja jangan jalankan misi lagi",Gempa.
"Makasih Gem", Halilintar.
Kumemintal rindu menyesali waktu Mengapa dahulu
"Ya udah Lin aku tinggal tidur ya jangan banyak pikiran",Gempa*pergi*.
"Aku sayang sama kalian semua maaf belum bisa ngucapin secara lisan didepan"
Tak kuucapkan aku mencintaimu mu sejuta kali sehari
Gempa menutup pintu lalu luruh ke lantai dan menangis dalam diam.
Walau masih bisa senyum namun tak selepas dulu Kini aku kesepian
Taufan membuka album foto tentang dirinya dan Halilintar kakak tersayangnya kemudian memeluk album foto dan menangis.
Kamu dan segala kenangan Menyatu dalam waktu yang berjalan
"Hiks..hiks hueeee Halilintar"
Dan aku kini sendirian Menatap dirimu hanya bayangan
Fang duduk menatap foto di nakas antara dirinya dan Halilintar kemudian menutup wajahnya dan menangis dalam diam.
Tak ada yang lebih pedih daripada kehilangan dirimu Cintaku tak mungkin beralih sampai mati hanya cinta padamu.
Blaze menendang bola dengan kesal lalu jatuh ke tanah dan menangis sesenggukan.
"Lu Abang sekaligus guru yang terbaik yang pernah ada bagi gue"
Wuhuhuuhu
Ice sedang melukis lalu mencoret² lukisannya dengan asal kemudian menangis.
Solar berusaha konsentrasi dengan ramuannya tapi kemudian sebening air mata keluar dari matanya lalu menangis.
"Walau gue kesal lu lebih populer tapi lu kakak gue hiks.."
Walau masih bisa senyum namun tak selepas dulu Kini aku kesepian.
Duri menyirami tanaman lalu berhenti sebentar dan menangis.
"Hueeeee nanti siapa yang hukum Duri jika salah kalau bang Lin pergi hueeee Abang Lintar"
Kamu dan segalanya kenangan menyatu dalam waktu yang berjalan Dan aku kini sendirian menatap dirimu hanya bayangan.
Yaya sedang belajar lalu menatap bulan sama halnya dengan Ying.
"Elemental gak akan lengkap tanpa ada lu Lin"
Tak ada yang lebih pedih daripada kehilangan dirimu cintaku tak mungkin beralih sampai mati hanya cinta padamu.
Ku mencintaimu dan kenangan
*****
"WOI BANGUN", Halilintar*berteriak*.
"Aduh buset gue suka berbie",Blaze.
"Sudah gue duga",Ice.
"Buka gitu tunggu dulu yang teriak tadi..",Blaze*menatap Ice*.
"HALILINTAR"
~Drap drap drap~
"Ada apa Halilintar ada yang sakit? Apa perlu kita kerumah sakit sekarang?",Taufan.
"Fan"
"Kalau ada yang sakit bilang",Taufan.
"Fan"
"Biar aku bawa ke rumah sakit ya"
"MUSON CUCUNYA TOK ABA ANAKNYA BAPAK BERDIKARI", Halilintar.
"Sumpah gue Dejavu",Taufan*mengingat sesuatu*.
"Ada apa Lin ada masalah?",Gempa*bertanya bak seorang ibu*.
"Gak papa cuma mau ngasih tau sesuatu aja", Halilintar.
"Apa itu",Solar.
"Jadwal hari terakhir hidupku", Halilintar*menunjukan sebuah catatan panjang dan berkata sambil tersenyum*.
"Tapi kondisimu kan",Ice.
"Karena hari terakhir hanya 7 hari aku ingin membuat kenangan terindah yang pernah ada bersama saudaraku dan sahabatku", Halilintar.
"Kumohon", Halilintar.
"Baiklah tapi jika kondisimu memburuk kami akan membawamu ke rumah sakit",Gempa.
"Baiklah aku setuju", Halilintar*pasrah padahal membenci rumah sakit*.
"Jadi apa jadwal pertamamu?",Solar.
"Tumben kau bertanya", Halilintar.
~Blsuh~
"Emangnya aku tidak boleh bertanya",Solar*marah tapi pipinya memerah karena malu*.
"Bercanda jadwal pertamaku adalah memasak untuk keluargaku", Halilintar*semangat lalu pergi ke dapur dan ditatap sendu oleh saudara²nya*.
"Aku akan sangat kehilangannya Gem",Taufan*sedih*.
"Sabar ya Fan",Gempa*berusaha menenangkan Taufan*.
~Bersambung~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.