Lazy

348 60 9
                                        

Dazai Osamu menatap tajam ke arah lautan seakan berakhir. Hening. Hanya angin yang terasa asin menyambanginya silih berganti. Gelap memerangkap tubuh berbalut malam itu dengan dingin yang menggigit.

Angin laut di bulan Oktober membuatnya merapatkan mantel. Langkahnya yang menggema di trotoar dingin terhenti di depan sebuah tempat yang tidak pernah terpikirkan. Masuk, ia menutup pintu dengan asal, melemparkan mantel parit hitamnya dan merebahkan diri sambil menatap tempat yang ia tinggali selama beberapa tahun ini.

Satu iris hazel terpejam begitu pemiliknya puas melihat-lihat. Toh, tidak ada yang berubah, apalagi terlihat dalam kegelapan. Dingin yang memeluknya seakan menjadi lagu pengantar tidur. Terpejam, masuk ke alam mimpi yang begitu ia benci.

Remaja tujuh belas tahun terbangun saat merasakan kehadiran lain di tempatnya. Seseorang yang sama sekali tidak dia harapkan untuk datang.

"Kenapa kau ada di sini?" tanyanya begitu sinis.

"Aku juga tidak sudi menginjakkan kaki di tempat kotor ini, sialan! Bos memanggilmu. Katanya ada yang penting." Nakahara Chuuya memicing, berdecih. Ingin sekali ia berbalik pergi, kalau saja tidak diperintahkan untuk menyeret Dazai ke kantor bos.

"Ini masih pagi!" protes Dazai.

"Ini sudah sore." Chuuya mengatur kesabarannya pada tingkat paling tinggi, "dan lagi, kau melewatkan pertemuan dengan Bos. Kau pikir apa yang kau lakukan, sialan?!"

"Aaaa ... itu tidak penting. Aku sudah tahu apa yang akan Bos katakan. Semuanya sudah kuatur, kalau mau Bos tinggal memberi perintah dan pasukanku akan membereskan sisanya. Bukankah aku bekerja terlalu banyak?" Dazai memainkan tangannya sementara ia membelakangi sang rekan kerja. Terlalu malas untuk bangun.

"Mereka mengangkatmu menjadi eksekutif, tapi aku masih ragu kau bisa ... selain otak sialanmu itu," gumam Chuuya jengkel.

"Yah--" Dazai, akhirnya meloncat bangun, melemparkan tatapan mengejek pada Chuuya, "kalau aku mau aku bisa melenyapkan Chuuya dalam sekejap!"

"Dan kalau aku mau aku sudah membunuhmu saat ini juga." Chuuya membalas dengan datar.

Wajah Dazai segera berbinar. "Benarkah?! Ya ampun, kenapa kau tidak katakan itu sejak awal, Chuuya-kun! Ayo, bunuh aku sekarang juga~!"

Chuuya menarik napas dalam-dalam, membiarkan Dazai menepuk-nepuk kasar bahunya. Jengkel. Tangannya terkepal kuat.

Ia meninju rusuk Dazai dengan kekuatan yang cukup untuk membuat remaja itu terpental. Lantas menyeret pemuda setengah mumi itu menuju mobil hitam yang menunggu di pinggir jalan.

[]

Gabut~

BSD (Bungou Sengklek Dogs)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang