(Warning! Spoiler Manga)
•••
Tidak bisa dibayangkan seberapa senangnya kepolisian saat pria berbahaya itu tertangkap. Daftar hitamnya saja sudah seperti ditulis dengan tinta darah; 138 kasus pembunuhan, 312 kasus pemerasan, dan 625 kasus penipuan. Belum lagi kasus-kasus lain yang sudah tidak tercatat jumlahnya.
Dia sangat berbahaya; licin, licik, terlalu cerdas sampai rasanya dapat dengan mudah mengelabui semua orang di Yokohama, bahkan Jepang dan dunia. Sialnya, pria ini tidak tertangkap. Benteng tak kasat mata seolah melindunginya. Dia santai-santai saja bahkan setelah keluar dari organisasi yang selama ini menjadi tempatnya bernaung.
Hampir tidak ada orang yang mempercayainya. Dia saja bisa mengkhianati tempat yang membesarkannya sejak kecil. Namun, sekarang, di sinilah dia. Terikat dalam sel besi sebelum dipindahkan ke penjara khusus di antah berantah.
Beberapa hari lalu, benteng itu tiba-tiba saja hilang seolah tak pernah ada. Seluruh jejak kejahatannya terungkap begitu saja; foto, sidik jari, rekaman kamera. Entah apa yang sebenarnya terjadi, tetapi pemerintah segera mengirimkan pasukan khusus untuk menangkapnya. Dan seolah sudah menunggu-nunggu saat itu, pria itu muncul begitu saja di publik, sepertinya sengaja dia ingin tertangkap. Mungkin dia sudah bosan dengan kehidupannya yang sekarang.
Pria itu mendesah. Memangnya dia segitu berbahayanya sampai harus diikat rantai? Perban-perban yang meliliti tubuhnya seolah menjadi bumerang. Kulitnya jadi bertambah lecet.
"Aku mau kepitiiiing!" Dia merengek pelan. Suaranya kecil, tetapi terdengar jelas kalau dia amat jengkel diperlakukan seperti ini.
Apakah menyesali keputusan sekarang sudah terlambat? Pria itu jadi bertanya-tanya.
Masalahnya, dia lapar dan makanan di penjara rasanya sehambar air putih. Padahal baru sehari kurang dia berada di sana, tetapi pria itu sudah rindu rumah. Bukan di asrama tempatnya selama dua tahun ini tidur dan bersantai, tetapi rumah masa kecilnya di tempat pembuangan yang tidak terdaftar di peta. Bagaimana, ya, kabar kontainernya sekarang? Apa mafia sudah membakar habis tempat itu? Padahal dia suka kasur dan kipas angin kecilnya.
Seorang sipir mengernyit demi melihat kelakuan dan wajah konyol pria dalam sel itu. Bertanya-tanya bagaimana orang yang tampak menyedihkan itu bisa menjadi iblis yang dapat menghancurkan kota.
Apa benar pria---disebut pemuda pun masih sangat cocok---yang sekarang merengek minta makanannya diberi tetesan sianida itu pernah menjadi tangan kanan bos mafia?
Siapa tahu? Manusia, kan, punya banyak wajah. Pria itu tak terkecuali. Kecuali, kalau kepala mereka terbentur sangat keras sampai gila dan menjadi seperti idiot, seperti tingkah pria itu.
"Kasihan, padahal masih muda." Sipir penjara itu geleng-geleng kepala. Dia tidak menyadari sepasang mata cokelat kemerahan yang dingin dan cerdik sedang mengawasinya diam-diam.
[]
KAMU SEDANG MEMBACA
BSD (Bungou Sengklek Dogs)
FanfictionOneshots Berisi cerita angst; misteri; comedy; romance; chara x OC, random ship---pokoknya tergantung mood author-nya yang agak absurd. Masing-masing chapter berdiri sendiri. ______________ Bungou Stray Dogs © Asagiri Kafka & Harukawa_35
