Mama

1K 131 19
                                        

---- [ 🎭 ] ----

"Hei, kau tidak bosan bekerja terus~?" Masih dalam wujud imutnya, Dazai mencolok-colok pipi Kunikida, naik dan duduk di meja sambil memasang wajah malas.

"Kunikida-kun~"

Tidak ada balasan.

"Hooooiii ..., Kunikida-kun~"

Masih tidak ada balasan. Dazai bosan. Sampai mana kesabaran Kunikida?

"Kuni-mama!" Dazai nemplok di pangkuannya. Tersenyum seperti anak kecil yang mendapatkan pelukan hangat dari sang ibu. "Mamaaaa~"

Mata Kunikida berkilat tajam. Melirik rekannya yang lain, mereka semua memalingkan wajah sambil menahan tawa.

"APA YANG KAU INGINKAN, DASAR BOCAH?!" Hampir saja umpatan kasar keluar dari mulutnya.

"Belikan aku es krim, dong, Kuni-mama-kun! Masa' aku harus memanggilmu 'Mama' dulu baru kau acuhkan?!"

Kunikida menghela napas kasar. Bangun, melihat jam, mengecek buku catatan. Mengangguk.

"Aku ingin mengatakan satu hal, Dazai." Kunikida berbalik, menatap bocah itu dengan serius. "Berhenti memanggilku 'Mama'. Itu menjijikkan."

"Kalau begitu, Papa!" Dengan wajah senang yang dibuat imut, Dazai memeluk Kunikida, menggosokkan wajahnya pada kemeja pria idealis itu.

"Kuni-papa-kun!"

"Berhenti memanggilku dengan panggilan aneh itu. Itu menjijikkan."

"Papaaaa~!"

---- [ 🎭 ] ----

---- [ 🎭 ] ----

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BSD (Bungou Sengklek Dogs)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang