Pernyataan Cinta

1.7K 129 15
                                        

Atsushi tidak mengerti apa yang salah dengan pikirannya. Tidak, tidak sama sekali. Namun, cinta memang tak mengenal batasan. Kata-kata itu dia dapatkan dari Dazai Osamu, sang senior yang tampaknya sudah sangat ahli dalam masalah percintaan.

Jadi, hari ini, Atsushi akan memberanikan diri. Berbekal setangkai mawar merah dia menuju sebuah taman, tempat dirinya dan sang pujaan hati berjanji temu. Ya, entah bagaimana mereka akhirnya bisa membuat janji pada senja hari. Angin bertiup dan menerbangkan daun-daun kuning muda, langit dan awan seolah tersiram cat yang dilukiskan dengan indahnya.

Sangat sempurna, pikir Atsushi. Senyum manis terukir di bibirnya, sementara hati berbunga-bunga, berdegup tanpa alasan. Atsushi menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan. Dia menganggukkan kepala satu kali, meyakinkan diri sendiri bahwa perasaan yang telah lama terpendam harus segera diungkapkan.

"Aku akan berterima kasih pada Dazai-san lagi nanti," gumamnya, mengingat kembali bantuan yang Dazai berikan, hingga dia dapat membuat janji temu dengan pemilik surai hitam yang memesona itu.

Atsushi terhenti, sejenak mengagumi keindahan ciptaan Tuhan yang berwujud dalam rupa manusia. Helai-helai hitam kelam tersapu angin, sementara ujung pakaian sang calon kekasih seolah menari dibuai semilir.

Sekali lagi si macan putih kembali meyakinkan diri. Dihampirinya pemilik marga Akutagawa itu, sementara angin senja terus saja membuai rambut mereka.

"A-aku menyukaimu!" Atsushi membungkuk, menyerahkan bunga mawar yang sejak tadi dia genggam dengan lembut.

Tak juga mendapat jawaban, si surai perak pun memberanikan diri untuk mengangkat kepala. Dia mendapati seulas senyum tipis yang begitu indah, sementara wajah berbingkai helai hitam itu dihiasi rona merah.

"A-akan kuulangi sekali lagi." Atsushi mengatur debat jantungnya. Kali ini, dia akhirnya dapat mengingat beberapa nasehat Dazai. Si bocah harimau mengatur napasnya dan menyusun sebuah kalimat romantis sebaik mungkin. "Aku menyukaimu, sejak hari pertama kita bertemu. Aku sangat mengagumi keindahanmu. Maka, maukah kau menjadi pendampingku, Akuta-"

"Jinko, kisamaaa! Apa yang kau katakan pada adikku, haah?!" Belum sempat Atsushi menyelesaikan kalimatnya, suara serak nan berat memotong adegan yang seharusnya berakhir romantis.

"Hiiih?!" Atsushi menoleh seketika, merinding saat mendapati sorot tajam serta nafsu membunuh yang lebih besar dari biasanya.

Akutagawa Ryuunosuke menghampiri kedua insan yang kini terdiam, menarik sang adik, Gin, ke sisinya. Jubah hitam yang membalut tubuh kurus itu berubah, menyerupai seekor naga lapar yang hendak menyantap sang harimau putih.

Atsushi pasrah. Tampaknya, cinta memang membuatnya lupa akan sosok naga, si anjing hitam Port Mafia, yang merupakan kakak kandung dari sang pujaan hati. Dia bersumpah akan mengeluh pada Dazai setelah pertarungan kali ini berakhir.

[]

BSD (Bungou Sengklek Dogs)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang