Mantra

358 66 7
                                        

"Nanji in'utsu naru oujoku no kyoyo yo ...."

Ia melepaskan sarung tangan hitam yang selalu menutupi dua telapak pucat. Kulit yang hampir transparan membuatnya mengalihkan mata.

"Aratamete ware wo mezamasu koto nakare."

Kalimat itu terucap seraya membangkitkan kekuatan dahsyat yang tertidur dalam tubuh mungilnya. Garis-garis hitam kemerahan mulai terlihat menghiasi kulit yang tidak tertutupi pakaian sewarna malam.

Kini, Nakahara Chuuya kehilangan seluruh kendali tubuhnya dan akan mengamuk hingga kehabisan daya hidup. Selain Dazai yang bisa menetralkan segala kemampuan khusus yang dia sentuh, tidak ada yang bisa menghentikan iblis itu.

Lawan yang gemetar takkan membuatnya, tidak, takkan membuat mereka mengaktifkan kekuatan tak terkendali ini.

Oujoku. Bentuk sebenarnya dari kemampuan khusus yang dimiliki Chuuya, pengendalian gravitasi.

Menyadari bahaya yang datang, Dazai bersembunyi sambil mengawasi situasi.

Satu iris cokelat kemerahan terus saja memandang medan pertempuran dengan takjub. Membayangkan dirinya berada di tengah pusat kekacauan dan mati dengan damai, betapa menyenangkannya itu.

"Aaa~ah, sepertinya rencana kali ini juga gagal."

Bos memerintahkan mereka untuk menghancurkan sebuah organisasi, dan sesuatu yang tak terduga terjadi.

Dazai menghela napas sambil meratapi rencana hebatnya yang hancur berkeping-keping.

Kalau berhasil, Dazai akan mewujudkan mimpinya---mati tanpa rasa sakit---dan Chuuya menanggung kesalahan karena gagal melindungi salah satu eksekutif.

Pemuda dengan pakaian serba hitam itu mendesah ketika mendengar lengkingan gila dari orang yang terus saja menembakkan bola hitam yang memiliki daya hancur tinggi dari tangannya.

Tubuh kecil itu mulai mengeluarkan darah dari telinga, mulut, dan hidung. Sebentar lagi Chuuya mencapai batasnya. Kalau Dazai tidak menghentikannya, pemuda bersurai senja itu akan mati.

Dalam keadaan seperti ini, Dazai memegang kendali hidup Chuuya. Dia bisa membunuhnya kapan saja. Namun ....

"Sudah cukup, musuhnya sudah musnah." Mengatakan itu, Dazai berhasil meraih tangan Chuuya dan menggunakan kemampuan khususnya untuk mengembalikan kesadaran sang rekan kerja.

Chuuya pingsan.

"Aaaaaaa~aaahh, Chuuya, bangun atau aku akan meninggalkanmu! Aku tidak mau membawamu di pundakku! Cepat bangun!" Dengan wajah jengkel, Dazai menusuk-nusuk pipi Chuuya.

"Aku tidak jadi mati juga salahmu, loh! Cepat bangun dan laporkan ke Bos bahwa kau gagal! Sebuah kegagalan yang besar! Sialan ... ayo bangun! Aku ada janji di bar dengan Odasaku! CHUUYA!"

Jengkel, Dazai bangkit dan merenggangkan pinggang. Perban di tangannya berdarah. Itu bukan darah musuh, dia juga terluka, tetapi tidak mati. Sungguh disayangkan.

"Aku tinggal, ya?!"

Dazai makin jengkel. Namun, Chuuya tidak juga membuka mata dan masih bernapas.

"Ternyata Chuuya ringan juga. Aku buang ke sungai, ah~"

Akhirnya, Dazai menggendong Chuuya ke tempat bawahan mereka menunggu.

[]

BSD (Bungou Sengklek Dogs)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang