Lelah

190 28 5
                                        

Sepasang iris cokelatnya memandang langit siang dengan kosong. Dia tersenyum, tetapi setiap tarikan napasnya makin terasa menyiksa. Lelaki itu ingin tertawa, tetapi suara bahkan enggan mengalir keluar dari tenggorokan.

"Apakah aku ... berhasil?" tanyanya dalam hati.

Langit yang cerah berhias gumpalan awan seolah-olah tengah menyambutnya, atau mungkin mengejek? Lelaki itu ingin segera menggapai tangan kasar yang terulur kepadanya.

Seulas senyum lemah yang putus asa terukir di bibirnya. Perlahan dia memejamkan mata. Menyerah pada rasa panas dan dingin tak karuan yang menjalar begitu saja. Itu sakit, amat sangat menyakitkan, menyiksa, tetapi dia tak lagi bisa merasakan tubuhnya.

Dazai Osamu menyerah pada tarikan napasnya. Dia ingin segera membiarkan Shinigami melakukan tugasnya. Namun, suara yang memanggil namanya dengan nada yang sangat khawatir membuat lelaki itu sekali lagi membuka mata. Iris cokelat hazel mengintip dari kelopak yang pucat. Helai-helai sewarna kopi miliknya terkuai di antara genangan darah.

Samar dia melihat seorang pemuda yang langsung terduduk di sisinya, setengah menangis memanggil nama Dazai, memegangi lengan berbalut perban itu begitu erat.

"Dazai-san! Tidak ... a-ambulans! Kita sudah memanggil ambulans, kan?! Ke-kenji-kun, tolong--"

"Atsushi-kun ....." Dazai berbisik dengan tenaga terakhir yang dia miliki. "Cu ... kup."

Dia sangat lelah. Tubuhnya pun sudah terlanjur hancur, tak bisa menahan tekanan dan tabrakan dengan aspal, setelah pemiliknya iseng menjatuhkan diri dari sebuah gedung pencakar langit.

Tidak, tidak lagi. Dia tidak ingin selamat. Sudah cukup ....

Dazai kembali memejamkan matanya. Kini, kelopak itu tak lagi membuka, pun mengizinkan manik hazelnya mengintip keluar. Tidak akan pernah lagi.

"Selamat karena akhirnya berhasil mewujudkan impianmu, Dazai-san ...," lirih Atsushi. Masih menggenggam tangan yang kini menjadi dingin itu.

Menunduk, diam-diam sang bocah harimau pun menangis pilu.

[]

Asupan di pagi hari, biar kuat menghadapi kenyataan <( ̄︶ ̄)>

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Asupan di pagi hari, biar kuat menghadapi kenyataan <( ̄︶ ̄)>

BSD (Bungou Sengklek Dogs)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang