Tumbuh

152 27 6
                                        

Nakahara Chuuya selalu membenci saat dia harus berdiri di sebelah Dazai Osamu. Bukan, bukan karena Dazai yang dulunya hanya sedikit lebih tinggi itu sekarang bahkan tumbuh lebih tinggi lagi. Namun, mencium bau apek dari pakaiannya saja sudah membuat Chuuya mual.

Dazai busuk, begitu juga dengan bau yang menguar di sekitarnya---amis dari darah dan mayat, juga hasil usahanya tenggelam di sungai beberapa waktu lalu.

"Chuuya, aku baru menyadari ini, tapi ... apa kutukanku yang waktu itu benar-benar membuatmu tidak bisa tumbuh tinggi?" Hampir tidak ada nada ejekan dalam perkataan itu, tetapi Chuuya menemukan satu iris cokelat yang menyorotinya penuh penghinaan.

Si pengendali gravitasi seketika meledak. "Apa yang kau katakan, dasar bajingan sial?!"

Dazai terkekeh-kekeh, satu tangan terulur untuk menepuk-nepuk puncak kepala Chuuya. "Yosh, yosh, anak pintar. Jangan menyalak pada tuanmu, ya. Jadilah penurut~!"

Detik itu juga, Chuuya menendang Dazai hingga tubuh kurus serupa mumi itu membentur tembok dengan keras.

[]

[]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sc: Light novel Fifteen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sc: Light novel Fifteen

BSD (Bungou Sengklek Dogs)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang