Suara batuk yang menyakitkan sekali lagi terdengar di telinga Dazai Osamu. Dia melirik orang lain di sampingnya. Mereka sama-sama bersandar pada sebuah puing reruntuhan, mengistirahatkan tubuh yang hampir mencapai batas.
"Chuuya sedang sekarat?" tanya Dazai dengan nada yang sama sekali tidak cocok untuk situasi yang tengah mereka hadapi.
Chuuya menahan diri untuk tidak melemparkan rentetan kutukan dan hanya menghela napas panjang. Tubuhnya tidak bisa bergerak, kalaupun bisa, dia masih tidak diizinkan untuk itu. Kabut yang menelan Yokohama dalam mimpi buruk membuatnya harus diam saja membiarkan Dazai menarik-narik ujung rambut atau menusuk-nusuk pipinya dengan jari telunjuk.
"Berhenti memainkan rambutku!" Itu yang Chuuya lontarkan saat pertama kali tangan usil Dazai menarik-narik ujung rambutnya. Namun, hal begitu tidak lagi berguna. Lagi pula, orang di sebelahnya adalah Dazai Osamu.
Hening yang agak aneh menyelimuti mereka berdua, padahal suara pertarungan masih bisa terdengar. Chuuya mencuri pandang ke arah mantan rekannya, mereka-reka apa yang sedang Dazai pikirkan pada saat seperti ini. Apakah bunuh diri? Sepertinya bukan.
"Kau tidak cocok memakai warna itu." Chuuya mendengkus setelah mengatakannya. Dia sendiri tidak tahu mengapa harus membuka kembali percakapan yang sudah mati beberapa waktu lalu.
"Chuuya juga tidak cocok memakai topi bodoh yang sekarang terbang entah ke mana itu." Dazai membalasnya dengan telak. "Model rambutmu juga aneh. Tidak keren sama sekali."
"Setidaknya aku tidak mencoba berakting menjadi pahlawan yang menyelamatkan hari seperti kau. Apa yang kau pikirkan saat kabur meninggalkan misi---menyesal dan ingin menebus dosa?" Chuuya benar-benar tidak mengerti kenapa dia bicara seperti itu. Namun, si pemilik surai senja merasa dia baru saja menyentuh topik yang seharusnya tidak disentuh.
Dazai mendengkus. Kali ini helaan napasnya terdengar lebih berat. Namun, tidak seperti biasanya, makhluk berperban itu tetap diam tanpa jawaban. Padahal seorang Dazai biasa membalas ejekannya dengan yang lebih kejam. Chuuya kembali menoleh, mencoba mengamati profil samping dari wajah berbingkai surai cokelat gelap itu.
"Apakah itu hal yang menyedihkan? Aku sedang mencoba untuk menangkap Chuuya dan membuatmu menjajal penjara khusus!" Namun, beberapa detik setelahnya, sorot jenaka dengan tampang menyebalkan khas Dazai kembali. Lelaki menjijikkan itu kembali menjadi Dazai Osamu yang Chuuya kenal.
"Cih! Aku tidak sudi tertangkap karena ulahmu."
Hening. Dazai tidak membalasnya. Pria itu melihat ke arah datangnya suara pertarungan, lalu pada kabut tebal yang kini menghilang.
"Tampaknya sudah selesai. Kalau begitu aku harus pergi ... aku mau mengganti baju menyebalkan ini dulu, tidak enak kalau dilihat yang lain, kan?" Dazai mengoceh sambil memandang masam setelan putih yang dia kenakan, lantas bangkit dan berjalan pergi.
Chuuya hanya menatap punggungnya, mantel putih Dazai menyisakan noda darah dari pengkhianatan terakhir kali. Nyatanya, pria jangkung itu repot-repot kembali hanya untuk melemparkan topi fedora hitam milik Chuuya.
"Bisa repot kalau Chuuya mengamuk karena kehilangan topi bodohnya." Begitu yang Dazai katakan sebelum benar-benar pergi.
Chuuya kembali berdecih. Dia memandang arah Dazai menghilang, matanya menyipit sementara ekspresi serius mendistorsi wajah yang dibingkai warna senja. Pikirannya tiba-tiba terlempar pada masa lima tahun lalu, saat dia sekali lagi merasakan kekalahan telak.
Eksekutif termuda dalam sejarah Port Mafia, Dazai pernah menyandang julukan itu. Namun, pria yang baru saja dia lihat hanyalah detektif menyedihkan yang bahkan rela mengorbankan nyawa untuk kota ini---dan juga untuk seorang bawahan.
"Dasar aktor sialan." Pria mungil itu berkata seraya menatap langit subuh.
[]
Oke, demi kenyamanan bersama (euleuh, gaya!) nanti kalo kira-kira ada spoiler aku kasih warning di awal; spoiler dari manga, novel 55 Minute, Storm Bringer, Beast, Untold Origin ... apalagi, tuh? Wkwk. Entrance exam gak masuk, ya.
Sebenernya udah lama mau kasih ginian, sih. Tapi lupa melulu, ha ha.
See you, minna~!
KAMU SEDANG MEMBACA
BSD (Bungou Sengklek Dogs)
FanfictionOneshots Berisi cerita angst; misteri; comedy; romance; chara x OC, random ship---pokoknya tergantung mood author-nya yang agak absurd. Masing-masing chapter berdiri sendiri. ______________ Bungou Stray Dogs © Asagiri Kafka & Harukawa_35
