Ternodai

351 43 3
                                        

Langit menjanjikan hujan kala sepasang langkah menapaki taman yang sepi, sementara dua permata kelabu memandangi bangku di bawah pohon cemara.

Duduk bersisian dengan udara, pemuda itu memandang langit dan menghela napas begitu dalam, menjelma sebagai uap tipis karena udara dingin yang menusuk tulang. Namun, si pemilik manik redup tiada peduli bahkan jika tubuhnya membeku saat ini juga.

"Aku lelah, teman-teman. Biarkan aku setidaknya tidur sejenak ...." Kepalanya tertunduk, senyum tipis yang tersemat di bibir begitu menyakitkan untuk dilihat.

Yogorechimatta Kanashimi ni

Frasa dari sebuah bait puisi mendadak masuk memenuhi benaknya. Si pemuda memejam, dengan kepala tengadah ia merasakan butir-butir salju yang jatuh menimpa wajah. Tidak ada yang memenuhi hati pemilik iris hampir sewarna mendung itu selain kesedihan yang menjelma perlahan menjadi hampa ....

Dirinya, yang serupa cahaya terakhir dari mentari senja, kini redup hingga tiada seorang pun akan mengatakan ia adalah orang yang sama dengan pemuda emosional yang selalu diganggu oleh Dazai Osamu.

"Kumohon maafkan aku," bisiknya pada angin senja.

Sekali lagi dirinya menatap langit, lukisan yang sewarna dengan helaian ikal yang mengalir di bawah topi fedora hitam. Sungguh ia masih merasakan sesak itu. Namun, dunia akan tetap berputar dan orang-orang yang mati tiada mengharapnya untuk melakukan penebusan apa pun ... atau setidaknya begitu yang pernah dikatakan ... seseorang.

Sekali lagi Nakahara Chuuya menghela napas dalam-dalam, membiarkan satu bit terakhir dari sesak di dadanya keluar bersamaan dengan uap tipis yang segera menghilang di udara dingin.

Ia pun melangkah, menuju masa depan yang masih menanti sang mafia muda. Pasar gelap pasti menunggunya yang sejak tadi terdiam.

[]

BSD (Bungou Sengklek Dogs)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang